- Dokumen rahasia Amerika Serikat mengungkap serangan udara pesawat militer Rusia di Lembah Kodori, Georgia pada Oktober 2001.
- Laporan diplomat AS menyatakan pesawat Rusia menjatuhkan bom meskipun pemerintah Moskow membantah keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.
- Serangan tersebut bertujuan menekan kelompok milisi di wilayah Georgia demi mencegah pergerakan mereka menuju kawasan milik Rusia.
Suara.com - Dokumen rahasia terkait UFO yang baru dirilis pemerintah Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan soal konflik di kawasan Kaukasus.
Sejumlah laporan objek terbang tak dikenal ternyata merujuk pada pesawat militer Rusia yang melakukan pengeboman di Georgia pada 2001.
Arsip tersebut berasal dari laporan rahasia Kedutaan Besar AS di Moskow yang dikirim ke Washington pada 30 Oktober 2001.
Dalam dokumen itu seperti dikutip dari militarny, Duta Besar AS untuk Rusia saat itu, Alexander Vershbow, menyebut pesawat Rusia melakukan serangan udara di Lembah Kodori, wilayah timur laut Abkhazia.
Serangan disebut terjadi pada 28 hingga 29 Oktober 2001. Saat itu, kawasan tersebut menjadi titik panas konflik antara kelompok pro-Rusia, milisi Georgia, dan pejuang dari Kaukasus Utara.
Pemerintah Rusia langsung membantah keterlibatan mereka. Menteri Luar Negeri Rusia saat itu, Mamedov, menegaskan tidak ada pesawat Rusia yang memasuki wilayah udara Georgia.
Namun, Vershbow dalam laporannya secara terbuka meragukan bantahan Moskow. Ia bahkan menyindir klaim Rusia yang menyebut pesawat misterius itu bisa saja UFO.
“Sulit menerima bantahan resmi Rusia bahwa pesawat mereka tidak terlibat. Menyebutnya UFO mungkin terdengar lucu jika pelanggaran ini tidak seserius itu,” tulis Vershbow dalam dokumen tersebut.
Ia menilai Rusia sengaja menekan kelompok Georgia dan Chechnya di Lembah Kodori untuk mencegah pergerakan mereka menuju Abkhazia maupun wilayah Rusia.
Baca Juga: Siapa Anton Afinogenov? Pengawal Misterius Putin yang Kini Dibandingkan dengan Seskab Teddy
“Bantahan resmi itu mencerminkan kebiasaan tradisional Rusia menghindari pengakuan canggung dengan kebohongan besar,” lanjut diplomat AS tersebut.
Dokumen itu juga menyinggung situasi di kota Gudauta, tempat Rusia disebut mempertahankan kehadiran militer berkedok pasukan penjaga perdamaian demi menekan pemerintah Tbilisi.
Menurut catatan Departemen Pertahanan Georgia, empat pesawat militer dan enam helikopter melanggar wilayah udara negara itu melalui Abkhazia pada 28 Oktober 2001.
Mereka disebut menjatuhkan bom di jalur pegunungan Lembah Kodori.
Konflik di kawasan tersebut terus berlanjut hingga beberapa tahun kemudian.
Pada 2006, Georgia kembali mengirim pasukan ke Kodori Gorge, namun setelah perang Rusia-Georgia tahun 2008, Moskow akhirnya menguasai seluruh wilayah itu.
Berita Terkait
-
Siapa Anton Afinogenov? Pengawal Misterius Putin yang Kini Dibandingkan dengan Seskab Teddy
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Link Download Dokumen UFO dari Pemerintah AS: Trump dan Alien Trending Global
-
Donald Trump Rilis 160 Dokumen Rahasia UFO: Bahas Alien dan Objek Misterius
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris