Selebtek.suara.com – Deddy Mahendra Desta merupakan salah satu host dan komedian Indonesia yang saat ini banyak digandrungi. Ia bersama rekannya Vincent Rompies sering disandingkan dalam satu acara karena kekompakannya.
Kedua host ini sudah menjadi partner dalam beberapa tahun terakhir. Tak heran jika banyak orang-orang yang lebih menikmati jika mereka tampil berdua dibandingkan sendiri-sendiri.
Dalam acara Tonight Show, mereka berdua digandengkan dengan Hesti Purwadinata dan Enzy Storia. Banyak tingkah mereka selama menjadi host yang menarik perhatian para penonton.
Mereka diketahui sering membully Enzy Storia karena sering disebut sebagai si bungsu. Walaupun mereka terkenal cukup akrab bahkan pernah liburan bersama, ternyata masih ada beberapa hal yang belum Enzy ketahui mengenai Desta, yaitu Desta yang ternyata latah.
Dalam salah satu unggahan youtube @TonightShowNet pada 23 Oktober lalu, Enzy Storia ternyata baru mengetahui bahwa pria yang sering dipanggilnya Botuna ini latah. Ketika itu, Hesti Purwadinata mencoba memegang dagu Desta, namun saat itu pula Desta mulai bertingkah aneh.
Desta mengaku tidak bisa jika dagunya dipegang. Sementara Vincent juga membantu menjelaskan bahwa Desta latah.
“Lu tau gak sih kalau dia latah?,” kata Vincent Rompies kepada host lain.
Enzy yang sudah memastikan perihal kelatahan Desta pun mulai mengerjainya. Ia bahkan tertawa ngakak karena mengetahui fakta lain dari Desta itu. Beberapa kali Enzy bahkan menjahili Desta.
Desta mengaku latahnya akan selalu muncul jika seseorang seolah akan memegang dagu. Walaupun tidak sempat memegang dan hanya melalui gimmick tangan, Desta tetap akan latah.
Baca Juga: Resmi Bertunangan, Chelsea Islan dan Rob Clinton Banjir Doa dari Para Sahabat
“Jangan iseng deh sama gue,” kata Desta.
Namun Enzy seolah tak pernah puas dan ingin selalu mengerjai Desta.
“Gue tuh hampir lima tahun loh kak disini, baru dikasih tau barusan,” kata Enzy Storia memberi penjelasan.
Desta juga mengaku sering diisengin oleh istrinya karena kelatahannya itu. Di sepanjang awal acara, penonton dibuat gemas dengan Enzy yang selalu mengisengi Desta.
Enzy juga tertawa dengan puas karena keisengannya ini hingga membuat Desta marah. Namun marahnya Desta disini bertujuan hanya untuk bercanda.
Dilansir dari laman halodoc, ada 4 jenis kondisi latah yaitu Kolalia, Ekopraksia, Koprolalia dan Automatic Obedience. Kondisi latah yang dialami Desta bisa saja merupakan latah Ekopraksia karena latah jenis ini merupakan kondisi latah yang menirukan gerakan orang lain.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
-
Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan
-
Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah