Selebtek.suara.com - Pemerintah Korea Selatan melakukan investigasi untuk menemukan penyebab tragedi pesta Halloween Itaewon yang menewaskan 154 orang dan 132 orang lainnya terluka.
Berdasarkan hasil penyelidikan dari rekaman CCTV dilokasi kejadian dan saksi terungkap ada beberapa orang di kerumunan yang berteriak "tekan, dorong." Sejumlah video yang beredar di media sosial juga menunjukkan kerumunan massa di belakang mendorong ke depan.
Selain itu, polisi mencurigai bahwa ada sekelompok orang yang memulai aksi dorong tersebut.
Satu video media sosial menunjukkan seseorang mengangkat tangannya ke atas kepalanya dan memberi isyarat kepada orang banyak untuk maju. Tak lama kemudian, kerumunan terlihat mendorong maju sebagai sebuah kelompok.
Dalam video lain, kerumunan juga berteriak sebagai satu kelompok, "Ayo keluar" dan "Minggir." Seorang saksi mengatakan semua orang mulai mendorong dan maju bersama-sama.
"Saya tidak tahu siapa yang memulainya, tetapi semua orang mulai mendorong dan berteriak 'Tekan, dorong.' Mereka mulai mendorong maju bersama-sama," kata saksi tersebut, dilansir dari Allkpop.
Di berbagai komunitas online, orang-orang yang berada di lokasi kejadian menjelaskan, "Saya mendengar orang-orang berteriak 'Tekan, dorong' dan kemudian tiba-tiba sekelompok orang mendorong semua pada saat yang bersamaan,.
"Ada sekelompok 5 sampai 6 orang yang terus mendorong orang dengan kekuatan penuh dan lewat di sana-sini," lanjutnya.
Polisi langsung melakukan penyelidikan setelah lokasi kejadian dibersihkan untuk mencari penyebab kejadian tersebut.
Baca Juga: Nikita Mirzani Terancam 12 Tahun Penjara, Hotman Paris Beri Tanggapan
Mereka telah mengumpulkan rekaman pengawasan dari toko-toko dan jalan-jalan terdekat bersama dengan video dari media sosial untuk merekonstruksi tempat kejadian.(*)
Berita Terkait
-
Apa yang Sebenarnya Terjadi di Itaewon? Pesta Halloween yang Berujung Petaka
-
Kisah Ortu yang Anaknya Tewas di Tragedi Halloween Itaewon: Seperti Sambaran Petir dari Langit Biru
-
Paska Lee Ji Han Meninggal Dunia dalam Tragedi Itaewon, Drama Baru MBC Menunda Syuting
-
Tragedi Halloween Itaewon Memakan Korban Jiwa Guru dan Pelajar
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim