Selebtek.suara.com - Divisi investigasi khusus yang diluncurkan pekan lalu, telah menyelidiki penyebab di balik insiden Itaewon dan respon dari pihak yang berwenang. "Kami telah memeriksa 154 orang dan menetapkan enam orang sebagai tersangka," kata juru bicara tim tersebut, Kim Dong-wook, dalam briefingnya pada Senin (7/11). Mengenai bencana Itaewon pada 29 Oktober, divisi polisi investigasi khusus kini telah menetapkan enam tokoh sebagai tersangka yaitu:
- Lee Im-jae, mantan kepala Kantor Polisi Yongsan
- Ryu Mi-jin dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul
- Dua pejabat dari tim intelijen di Kantor Polisi Yongsan
- Park Hee -young, Kepala Distrik Yongsan-gu
- Choi Seong-beom, Kepala Pemadam Kebakaran Yongsan Choi
Keenam tersangka menghadapi tuduhan kelalaian profesional yang mengakibatkan kematian. Ryu dan Lee yang bertanggung jawab atas ruang situasi Badan Kepolisian Metropolitan Seoul pada saat kejadian juga dapat dikenai tuduhan melalaikan tugas, sementara pejabat dari tim intelijen juga dapat didakwa atas tuduhan penyalahgunaan wewenang dan perusakan barang bukti.
Menurut tim investigasi khusus, Lee, yang merupakan kepala Kantor Polisi Yongsano ketika insiden itu terjadi, meninggalkan sebuah restoran yang terletak di dekat stasiun pada pukul 21:47 setelah diberitahu tentang situasi yang sedang berlangsung di Itaewon.
Lee berada di mobilnya dan tiba di dekat Stasiun Noksapyeong sekitar 10 menit kemudian. Dengan lalu lintas yang padat di jalan utama Itaewon, Lee melanjutkan dengan mobil dan mencoba membuat jalan memutar untuk mendekati tempat kejadian.
Dia turun dari mobil sekitar pukul 22.55 dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 23:05 malam.
Sebanding dengan itu, jarak dari Stasiun Noksapyeong ke Stasiun Itaewon dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit dengan berjalan kaki. Selain itu, rekaman sirkuit tertutup di dekatnya menunjukkan Lee pada saat kedatangan berjalan dengan tangan tergenggam di belakang punggungnya.
Divisi investigasi khusus sedang mencari tahu mengapa Lee memilih untuk melanjutkan dengan mobil dan apakah dia menjalankan tugasnya dengan benar dari mobil dalam memberikan perintah di tempat kejadian. Ini juga akan melihat mengapa Kantor Polisi Yongsan pertama kali melaporkan bahwa Lee telah tiba di tempat kejadian sekitar pukul 20:20 malam.
Tim juga mencari tahu mengapa Kantor Polisi Yongsan menghapus laporan internalnya yang ditulis beberapa hari sebelum insiden, yang menunjukkan kekhawatiran akan kemungkinan kecelakaan keselamatan di Itaewon selama periode Halloween.
Pejabat intelijen menulis sebuah laporan yang menyerukan lebih banyak dukungan karena khawatir akan kemungkinan kecelakaan keselamatan yang terjadi di Itaewon karena orang banyak diperkirakan akan berkumpul di daerah itu selama akhir pekan Halloween.
Investigasi tim terhadap data yang dikumpulkan melalui penggerebekan yang dilakukan pada hari Rabu, bagaimanapun, menunjukkan bahwa kepala tim intelijen memerintahkan pejabat untuk menghapus rincian, dan akhirnya memerintahkan penghapusan laporan awal setelah insiden itu terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Respons Arahan Presiden, BGN Segera Operasikan 900 SPPG untuk Jangkau Daerah Terpencil
-
5 Maskara Waterproof Murah yang Aman dan Gak Bikin Bulu Mata Rontok
-
Toko yang Menjual Kenangan
-
Apel Batu di Ujung Tanduk: Cerita Petani di Tengah Perubahan Kota Batu
-
Puluhan Ribu Kasus, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Campak yang Mudah Menular
-
Tentara Angkatan Laut Bunuh Istri Sendiri, Mayatnya Disimpan di Kulkas
-
Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan
-
Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata
-
Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!
-
Gagal Masuk PTN? Jangan Sedih! Ini 6 Bidang Jurusan di PTS yang Jamin Masa Depan Cerah