/
Rabu, 07 Desember 2022 | 09:45 WIB
Lord Rangga Eks petinggi Sunda Empire (Twitter/@d0ncarlo)

Selebtek.suara.com - Lord Rangga atau Rangga Sasana, mantan petinggi Sunda Empire, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tanjung Brebes, pada Rabu (7/12/2022) pukul 05.39 pagi hari.

Penyebab kematian Lord Rangga belum diketahui secara pasti, namun berdasarkan keterangan orang yang kenal dengannya, pria yang berpenampilan khas dengan topi baretnya ini meninggal dunia karena sakit.

"Iya (meninggal)," kata Saiful Hadi, tetangga Lord Rangga yang merupakan warga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Lord Rangga sendiri merupakan sosok kontroversial karena pernah membuat heboh Tanah Air usai mendirikan Sunda Empire.

Akibat perbuatannya tersebut, Lord Rangga sempat mendekam di penjara. Kerajaan Sunda yang didirikannya dianggap menyebarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran.

Lord Rangga akhirnya bebas pada 13 April 2021.

Lord Rangga (sumber: Instagram/@lordranggaofficial)

Ramalan Lord Rangga yang terbukti

Semasa hidupnya, Lord Rangga juga pernah membuat beberapa prediksi yang terbukti menjadi kenyataan, meski awalnya dianggap lelucon dan halu.

Akun Twitter @tvindonesiawkwk bahkan menyebut Lord Rangga sebagai peramal handal. 

Baca Juga: Korban Bus Wisatan Semarang yang Terjun ke Jurang Plaosan Magetan Dapat Santunan Rp 500 Juta

1. Lord Rangga pernah 'memprediksi' bahwa Bos Microsoft Bill Gates dan Jack Ma mengundurkan diri.

Pernyataan tersebut dilontarkan Lord Rangga di acara Indonesia Lawyers Club pada Januari 2020 silam.

"Sunda Empire memiliki sebuah sistem di antara sistem-sistem atau raja-raja sistem yang ada di bumi. Maka Bill Gates mengundurkan diri, maka Jack Ma mengundurkan diri," kata Lord Rangga.

Dua bulan setelah pernyataan Lord Rangga tersebut, Bill Gates Mundur dari Dewan Direksi Microsoft, tepatnya pada Maret 2020.

Selanjutnya, dikabarkan pula Jack Ma resmi mengundurkan diri dari Dewan Direksi SoftBank pada Mei 2020.

2. Perang dunia ketiga dan serangan Rusia ke Ukraina

Load More