/
Selasa, 13 Desember 2022 | 15:00 WIB
Ferdy Sambo usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022). (Suara.com/Yosea)

Selebtek.suara.com - Ferdy Sambo memberikan sebuah perintah pertama ke Bharada Richard Eliezer atau Bharada E setelah tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat di rumah dinas Sambo di Duren Tiga, 8 Juli 2022.

Saat itu, Sambo yang mengenakan sarung tangan hitam dan baru saja menembakan beberapa peluru ke tembok menghampiri Bharada E, Bripka Ricky dan Kuat Ma'ruf. Ia memarahi ketiganya dan mengatakan tak bisa menjaga istrinya dengan benar.

"Jadi pada saat itu Pak FS pakai sarung tangan hitam. Baru habis ditembakkan, diletakkan. Berdiri Pak FS, lalu berjalan ke arah kami, Yang Mulia. Terus teriak 'kalian tidak bisa jaga Ibu'," ucap Richard mengulang ucapan Sambo di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Selasa (13/12/2022).

Setelah itu Richard memutuskan untuk keluar rumah melalui pintu belakang. Saat itulah perintah pertama Ferdy Sambo ke Bharada E keluar. Ia meminta untuk memeriksa ponsel milih Brigadir J.

"Pas lewat di belakang, saya ketemu Bang Ricky, Pak FS bilang 'Kau Cek itu HP nya'. Baru langsung jalan keluar yang mulia," ujar Richard. (*)

Load More