Selebtek.suara.com - Belum lama ini viral imbauan larangan keluar rumah di malam hari pada 21 Desember 2022. Karena pada saat itu ada fenomena bernama Solstis.
Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin mengatakan jika dampak solstis tak semengerikan yang diberitakan. Bahkan ia mengatakan imformasi yang beredat cenderung menyesatkan.
"Dampak solstis yang dirasakan oleh manusia tentu tidak seekstrem yang dinarasikan seperti pada imbauan yang disinformatif dan menyesatkan," katanya dalam laman Edusainsa BRIN, dikutip Senin (19/12/2022).
Karena Solstis sebenarnya hanyalah fenomena astronomi biasa. Solstis diambil dari bahasa Latin Solstitium, Sol artinya Matahari dan Stitium artinya tempat berhenti, singgah atau balik.
Sehingga soltis merupakan peristiwa saat Matahari berada di paling Utara maupun Selatan saat mengalami gerak semu tahunan, relatif terhadap ekuador langit.
Setiap tahun Solstis terjadi sebanyak dua kali yakni bulan Juni dan Desember. Khusus bulan ini, fenomena antariksa tersebut terjadi pada 22 Desember pukul 04.49.14 WIB / 05.49.14 WITA / 06.49.14 WIT.
Solstis berdampak pada gerak semu harian Matahari saat terbit, yang terakumulasi saat terbenam dan intensitas radiasi Matahari ke permukaan Bumi. Dampaknya yakni panjang siang dan panjang malam, serta pergantian musim.
Andi mengatakan, saat fenomena solstis terjadi dan secara kebetulan ada letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, maupun banjir rob, maka semuanya tidak ada kaitannya.
Karena solstis hanya fenomena astronomi yang hanya mempengaruhi iklim dan musim di Bumi. Sementara banjir rob atau gempa bumi adalah fenomena aktivitas seperti vulkanologis, seismik, oseanik, dan hidrometeorolog.
Baca Juga: Ruben Onsu Beri Uang Jajan Sarwendah Rp200 Juta, Belum Termasuk Belanja dan Listrik
"Jika #KawanBRIN dan #SobatAntariksa menemukan berita maupun imbauan yang berasal dari pihak yang belum tentu jelas kebenarannya dan kurang dapat dipercaya, dimohon untuk tidak mudah percaya begitu saja, dan berhenti menyebarkan berita/imbauan tersebut, juga dapat mengedukasi sekaligus meluruskan berita/imbauan tersebut dari pihak yang terpercaya," jelas Andi. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat
-
Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026
-
5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap
-
Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan
-
4 Rekomendasi Lip Oil untuk Melembapkan Bibir Kering Sekaligus Memberi Warna
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
Guncang Jakarta! Bintang Padel Dunia Lucas Bergamini Takjub dengan Antusiasme Pemain Indonesia
-
Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026