Selebtek.suara.com – Aksi penipuan dengan memanfaatkan nomor handphone kian marak terjadi. Para penipu biasanya berkedok sebagai penjual barang, penemu barang ataupun agen asuransi.
Para penipu biasanya memberikan tawaran yang menggiurkan agar calon korbannya percaya untuk mentransfer sejumlah uang.
Maraknya aksi penipuan ini membuat masyarakat agaknya semakin waspada. Namun masih ada sebagian orang yang berhasil dikelabui oleh penipu.
Karena itu, beberapa orang mencoba membantu rekannya untuk mengenali nomor penipuan. Salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan aplikasi GetContact.
Aplikasi GetContact yaitu sebuah aplikasi yang memungkinkan seseorang untuk melihat nama kontak orang lain dari jarak jauh. Aplikasi ini juga membantu memberi label ‘spam’ untuk nomor yang banyak ditandai sebagai spam.
Aplikasi GetContact juga bisa menampilkan komentar seseorang terhadap sebuah nomor.
Jika kamu dihubungi oleh nomor baru dan curiga nomor tersebut adalah nomor penipu, cukup lacak nomor tersebut di aplikasi GetContact. Caranya cukup mudah.
Masukkan nomor yang kamu curigai ke kolom pencarian utama aplikasi GetContact, lalu klik More Tags. Kamu akan bisa melihat apakah nomor tersebut sudah diindikasikan sebagai penipu atau tidak.
Belakangan, banyak laporan mengenai penipuan yang mengatasnamakan asuransi cigna. Oknum tersebut menelpon seseorang berkali-kali hingga membuat seseorang merasa terganggu.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Capai Rp2 Juta, Penumpang Hang Nadim Batam Tetap Membludak Jelang Natal
Beberapa orang yang merasa itu banyak yang melabeli nomor penelpon sebagai penipu atau spam. Ada pula beberapa orang yang menandai nomor tersebut dengan kalimat ‘jangan diangkat’.
Dengan adanya aplikasi ini, banyak orang yang merasa terbantu karena fitur yang dihadirkan oleh aplikasi GetContact.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Menjalin Cinta yang Sehat di Buku Bu, Pantaskah Dia Mendampingiku?
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Phantom Lawyer, Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara yang Bisa Melihat Hantu
-
Kurniawan Dwi Yulianto Mulai Bergerak, Timnas Indonesia U-17 Mulai Cari-cari Pemain
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Berkat Persib dan Dewa United, Ranking Liga Indonesia Melesat Tajam
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?
-
Lepas Bayang-Bayang Viralitas 'EGP', Sundanis Buktikan Eksistensi Lewat Single 'Bad Mood'
-
Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan