/
Sabtu, 31 Desember 2022 | 15:50 WIB
Chat Permintaan Maaf Ibu Kandung Norma Risma Beredar: Enteng Banget Ngomongnya (TikTok/YouTube)

Selebtek.suara.com - Sebuah tangkapan layar chat WhatsApp yang diduga permintaan maaf dari ibu kandung Norma Risma kepada putrinya beredar di media sosial.

Dalam pesan tersebut, sang ibu menyebut semua orang membenci dirinya usai hubungan terlarangnya digerebek warga. Ia mengaku malu ketika berpergian lantaran aibnya sudah diketahui publik.

"Mamak minta maaf. Semenjak itu terjadi, semua orang membenci mamak e. Sekarang kemana-mana malu," tulis pesan yang diduga dikirim oleh ibunda Norma Risma tersebut.

Ibu kandung Norma Risma juga menjelaskan kini dirinya telah berpisah dengan sang suami dan tidak tinggal di rumah lagi.

"Sekarang sudah pisah dengan bapak, dan tidak tinggal di rumah lagi," lanjutnya.

Meski meminta maaf dan mengakui kesalahannya, ibu kandung Norma Risma mengingatkan bahwa ia tetaplah seorang ibu dan surga tetap ada di telapak kaki ibu. 

"Bagaimana pun kesalahan orangtua, saya tetap mamak kandungmu nak. Surga di telapak kaki ibu," tulisnya.

Ia pun memohon agar Norma Risma membalas pesannya dan berharap keluarga mereka bisa kembali utuh.

"Maaf ya nak mohon dibalas, mamak ingin semua baik lagi keluarga kita dan kamu mamak janji sangat," tandasnya.

Baca Juga: Seksi dan Bikin Gemas, Ini Profil Joice Challista, Model Sekaligus DJ yang Pernah Karaokean Bareng dan Disawer Pejabat

Norma Risma rupanya tidak membalas pesan tersebut. Ia juga tidak mengangkat panggilan telepon dan video call yang dilakukan ibu kandungnya.

Tangkapan layar pesan tersebut dibagikan oleh akun @akungosipterkini dan menuai banyak komentar dari warganet.

"Enteng banget kalau ngomong," komentar salah satu warganet.

"Manis banget mulut ibunya," timpal yang lain.

"Surga memang di telapak kaki ibu, tapi mohon maaf ibu yang seperti apa dulu, saya pasti di posisi Risma bingung juga," tulis lainnya.

"Ibu kandung yang sebenarnya gak bakal ngerusak kebahagiaan anaknya sendiri," imbuh yang lain.

Load More