Selebtek.suara.com – Beredar video gunung berapi di daerah Sumatera Barat kembali alami erupsi. Dikabarkan, abu vulkanik yang dimuntahkan saat erupsi mencapai ketinggian 1.000 meter.
Dikutip dari Pos Pengamatan Gunung Marapi, erupsi tertinggi terjadi pada sekitar pukul 11 WIB.
Erupsi marapi di Sumatera Barat ini ternyata telah berlangsung selama beberapa hari. Erupsi pertama terjadi Sabtu 7 Januari lalu. Hingga Kamis kemarin, dikabarkan Gunung Marapi yang berada di dekat Kota Padang Panjang dan Bukittinggi ini telah mengalami 149 kali erupsi.
Saat ini, status Gunung Marapi sudah memasuki level II. Meskipun belum ada himbauan untuk mengungsi, pihak terkait meminta agar masyarakat menjauhi dan tidak berada di radius 3 km dari kawah Gunung Marapi.
Dikutip dari Pos Pengamatan Gunung Marapi, erupsi tertinggi terjadi pada sekitar pukul 11 WIB.
Namun meskipun sudah berkali-kali mengalami erupsi, ternyata ada beberapa masyarakat Sumatera Barat yang bahkan tidak menyadarinya. Hal di diduga karena Gunung Marapi memang sering kali mengalami erupsi.
Menurut salah seorang warganet, erupsi Gunung Marapi merupakan satu hal yang wajar dibanding jika meletus secara tiba-tiba. Namun ternyata, walaupun dianggap biasa, erupsi gunung memiliki 3 tingkat bahaya.
1. Bahaya Primer
Bahaya primer merupakan bahaya langsung dari terjadinya peristiwa letusan gunung api. Bahaya primer bisa mencakup seperti aliran awan panas, hujan abu hingga gas vulkanik beracun.
Baca Juga: Bakal Kembali Balapan di Indonesia, Ini 4 Fakta Unik Formula E Musim 2023
2. Bahaya Sekunder
Bahaya sekunder merupakan bahaya tidak langsung. Bahaya ini seperti endapan material erupsi pada gunung yang terbawa oleh hujan.
3. Bahaya Kolateral
Bahaya yang terakhir yaitu dipicu oleh dampak letusan gunung api. Bahaya ini bisa saja memicu gerakan tanah pada gunung dan bisa pula mengakibatkan tsunami.(*)
Berita Terkait
-
Verrell Bramasta Ogah Adu Jotos dengan Ferry Irawan, Alasannya Gentle Banget
-
Tak Perlu Khawatir Tertipu, Ini Detail yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Mobil Online
-
Gunung Marapi di Sumbar Erupsi Ratusan Kali Sejak 5 Hari Terakhir, Lontaran Abu Letusan Setinggi 1 Kilometer
-
5 Fakta Gunung Marapi Sumbar yang Erupsi Awal Tahun 2023
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Dituduh Aniaya ART, Erin Taulany Bongkar Bukti CCTV: Dia yang Kabur dan Langgar Privasi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
Ayah Bunga Zainal Meninggal, Ahok Kirim Karangan Bunga Duka Cita