Selebtek.suara.com - Konten kreator TikTok, Sultan Akhyar membongkar skenario di balik live mandi lumpur yang dianggap mengeksploitasi lansia.
Sultan Akhyar menyebut para lansia yang live mandi lumpur sambil mengguyur-guyur badannya itu sebenarnya hanya berakting untuk mencari simpati netizen.
Ia pun mengaku tidak pernah memaksa lansia yang ingin melakukan live mandi lumpur melalui akunnya yang bernama TM Mud Bath.
"Tidak ada pemaksaan, cuma akting,' ungkap Sultan Akhyar di salah satu avara televisi yang diunggah oleh akun YouTube TRANS TV Official.
"Aktingnya misalnya nangis, kedinginan. Baru masuk live sudah kedinginan," imbuhnya.
Sultan Akhyar mengatakan, ia sengaja menyusun skenario tersebut untuk menjaring banyak penonton live-nya.
"Biar menarik penonton kan harus ada akting," ujar Sultan Akhyar.
Ia bahkan harus memutar otak mencari cara agar penonton live-nya banyak. Tak jarang skenario tersebut membuat penonton ikut merasakan kesedihan dan simpati hingga memberikan gift.
"Ditinggalin ke toilet dikirain pingsan," ungkapnya.
Baca Juga: Komnas HAM Minta Panglima TNI Lakukan Pengawasan Sidang Kasus Mutilasi 4 Warga di Mimika
Salah satu pelaku live mandi lumpur, Nenek Raimin mengatakan ia menggunakan air hangat saat mengguyur badannya.
“Mandinya pake air hangat," kata Nenek Raimin.
"Kita siapin air hangat, ada makanan juga,” imbuh Sultan Akhyar.
Sultan Akhyar tak menampik dirinya menjual kesedihan untuk menarik simpati penonton dengan melihat lansia yang kedinginan mengguyur badannya.
"Itu yang belum mereka tahu, kita cari simpati dari netizen," ujar Sultan Akhyar.
'Kaya prank netizen," tandasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional