Selebtek.suara.com - Seorang wanita berusia 37 tahun dituduh menikam tiga orang di kereta bawah tanah gara-gara dirinya disebut "Ahjumma" alias wanita paruh baya.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/3/2023). Pelaku dituduh menikam 'B' (seorang wanita berusia 69 tahun) di paha dengan senjata saat perjalanan di kereta bawah tanah dekat Stasiun Jukjeon di Kota Yongin, Provinsi Gyeonggi.
Selain itu wanita itu juga dituduh menikam dua orang lainnya, 'C' (seorang wanita berusia 60-an) dan 'D' (seorang pria berusia 50-an) saat menyebabkan keributan di kereta.
Selama penyelidikan polisi, pelaku mengatakan ia menikam korban karnea marah ketika dipanggil ahjumma.
"Saya menikam B karena suasana hati saya sedang buruk setelah B mengatakan 'Ahjumma, kecilkan volume ponsel Anda'," kata pelaku, dikutip dari Allkpop, Rabu (8/3/2023).
Namun, pada Selasa (7/3/2023) korban 'B' membantah klaim pelaku dan menjelaskan bahwa dia bahkan tidak mengatakan sepatah kata pun kepadanya saat kejadian.
"Ibu saya tidak mengatakan sepatah kata pun kepada pelaku, tetapi dia tiba-tiba menikam orang yang tidak bersalah dengan senjata," ujar keluarga korban.
Menurut keluarganya, saat itu korban sedang berada di kereta bawah tanah jalur Suin Bundang untuk menemui suaminya yang hendak pulang kerja. 'B' mengaku baru menonton YouTube setelah naik kereta, dan saat itulah pelaku mulai membuat keributan.
Saat kerumunan orang datang bergegas, 'B' terjatuh, dan pelaku terus menikam 'B' di paha. Akibatnya korban terluka parah dan harus menjalani operasi.
Baca Juga: Kisah Nabi Ibrahim saat Melawan Raja Namrud Secara Singkat
Sementara itu korban 'C' dilaporkan mengalami luka sepanjang 3-10 cm di wajahnya, dan 'D' mengalami luka 15 cm di wajahnya.
Keluarga B mengungkapkan bahwa korban sangat sedih karena banyak orang salah paham bahwa dia terlibat pertengkaran dengan pelaku.
Tapi 'B' telah mengklaim bahwa dia hanyalah seorang pengamat yang tidak bersalah yang tidak melakukan kontak apapun dengan pelaku sebelum penyerangan.(*)
Sumber: Allkpop
Berita Terkait
-
Romantis hingga Kriminal! 4 Drama Korea Populer Lee Je Hoon yang Wajib Masuk List
-
Potret Romantis Pernikahan Lee Ji Ah dan Lee Sang Yoon Buat Penggemar Baper
-
Jadi Grup K-pop Pertama, aespa Akan Tampil di Outside Lands Festival 2023
-
Genap Dua Tahun Dibubarkan, GFRIEND Tetap Kompak Dukung Comeback Yuju
-
5 Karakter Utama di Drama Balas Dendam Pandora: Beneath the Paradise
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Bukan Cuma Bangun Rumah, Strategi KPR BRI Ini Ternyata Hidupkan UMKM di Daerah
-
DKZ Akhiri Aktivitas Grup, Member Lanjutkan Karir secara Individu
-
Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
-
Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes
-
5 Fakta Bahlil Borong Minyak Rusia untuk Indonesia, Sinyal Harga BBM Turun?
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran