Selebtek.suara.com - Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang hadir pada sidang vonis AG atau Agnes pada Senin (10/4/2023) mengungkapkan kondisi Agnes saat menjalani sidang.
Menurut Arist, Agnes sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda stres ketika menjalani sidang.
"Saya kira dari saya bertemu tadi, tidak ada tanda-tanda yang mengakibatkan dia stres dan sebagainya," kata Arist Merdeka Sirait, saat ditemui wartawan di PN Jakarta Selatan
"Paling tidak hanya menunggu berapa tahun dia akan mendapatkan hukuman itu," lanjutnya.
Agnes sendiri telah divonis hukuman 3,5 tahun oleh hakim tunggal Sri Wahyuni Batubara. Dan vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 4 tahun.
Namun demikian, Arist mengapresiasi atas putusan hakim tersebut sambil menyebut beberapa hal yang memberatkan dan meringankan Agnes.
"Tadi tentu kita apresiasi kepada hakim, karena hakim memutuskan tiga tahun enam bulan dengan satu misalnya bahwa yang memberatkan pelaku sampai hari ini David belum dalam keadaan baik, masih terus mendapatkan perawatan," kata Arist, "Lalu dia juga ikut membiarkan terjadinya peristiwa (penganiayaan) itu," tambahya.
Arist juga menyebut keputusan hakim sudah tepat.
"Yang meringankan dia karena masih anak- anak, jadi tiga tahun 6 bulan yang diputuskan oleh hakim berdasarkan tuntutan dari JPU yang 4 tahun, jadi dikurangi enam bulan, saya kira sudah tepat ya," imbuhnya.
"Karena pertimbangan tadi bahwa dia dinyatakan bersalah dan ikut serta membiarkan kejadian kekerasan, itu yang menjadi catatan penting," pungkasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026