/
Kamis, 13 Juli 2023 | 12:45 WIB
Ilustrasi stasiun dan lokomotif (Foto: D Thory/Pixabay)

Selebtek.suara.com - Kereta api di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Pada 17 Juni 1864 Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) memprakarsai membangunan rel kereta api dengan rute Semarang - Tanggung.

Sebagai moda transportasi yang memiliki sejarah panjang,kereta api punya banyak banget koleksi bangunan heritage. Salah satunya, stasiun jadul yang sudah berdiri sejak masa kolonial Hindia Belanda.

Dengan keindahan arsitektur, keunikan sejarah dan aura prestise di dalamnya, stasiun kereta api jadul ini juga punya peran penting dalam perjalanan masa perjuangan bangsa Indonesia dari dulu hingga sekarang!

Berikut adalah 5 stasiun kereta api tertua di Indonesia yang sampai saat ini masih aktif dan semuanya berada di pulau Jawa dilansir dari Instagram @kai122 Kamis, (13/7/2023):

1. Stasiun Tanggung (1864)

Stasiun Tanggung terletak di Desa Tanggung Harjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Stasiun Tanggung mulai dibangun pada tahun 1864 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Stasiun Tanggung saat ini masih aktif, namun tidak ada kereta api jarak jauh yang berhenti di sini untuk naik turun penumpang. 

2. Stasiun Alastua dan Stasiun Brumbung (1867)

Baca Juga: Anak Panji Gumilang Tak Jadi Nyaleg dari PKB, Kenapa?

Stasiun Alastua dan stasiun Brumbung sama-sama diresmikan pada tahun 1867. Stasiun Alastua terletak di Semarang, sedangkan stasiun Brumbung terletak di Demak.

Kedua stasiun jadul ini mempunyai keunikan yang sama, yaitu bangunan sama-sama berada ditengah jalur rel kereta api.

Stasiun Alastua mempunyai peran penting sebagai tempat transit kereta api yang tak bisa berenti di stasiun Tawang dan Poncol, Semarang akibat banjir.

3. Stasiun Lempuyangan (1872)

Stasiun Lempuyangan terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Stasiun Lempuyangan mulai dioperasikan 10 Juni 1872 dan lebih dulu berdiri dibanding stasiun Tugu Yogyakarta.

Awalnya stasiun Lempuyangan dioperasikan untuk membawa komoditas barang dan angkutan masyarakat sekitar Vorstenlanden (wilayah kerajaan) - Semarang.

Sampai sekarang stasiun Lempuyangan masih aktif melayani perhentian kereta api berbagai daerah di pulau Jawa.

4. Stasiun Ambarawa (1873)

Stasiun Ambarawa pada jaman penjajahan Belanda bernama Stasiun Willem I. Stasiun Ambarawa diresmikan oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 21 Mei 1873.

Stasiun Ambarawa dibangun Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) sebagai syarat yang harus dipenuhi guna konsesi pembangunan jalur rel kereta api pertama rute Semarang - Vorstenlanden (Jogja - Solo) sebagai jalur untuk keperluan militer Belanda.

Saat ini bangunan stasiun Ambarawa dan rel kereta api masih digunakan untuk transportasi wisata.

5. Stasiun Kedungjati (1873)

Stasiun Kedungjati diresmikan pada 21 Mei 1873 bersamaan dengan stasiun Ambarawa. Stasiun Kedungjati terletak di kabupaten Grobogan dengan bangunan yang hampir mirip dengan stasiun Ambarawa.

Tahun 1907 bangunan stasiun Kedungjadi direnovasi yang awalnya berupa kayu diganti menggunakan plester batu bata.

HIngga kini stasiun Kedungjati masih aktif melayani kereta api jarak jauh yang berenti naik turun penumpang.***

Load More