-
Skuad Timnas Haiti berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir.
-
Keberhasilan ini diraih di tengah hancurnya fasilitas olahraga domestik akibat pendudukan geng bersenjata.
-
Sepak bola menjadi alternatif krusial untuk menyelamatkan anak-anak Haiti dari rekrutmen milisi kriminal.
Suara.com - Tiket putaran final Piala Dunia 2026 berhasil diamankan oleh Timnas Haiti setelah penantian panjang selama lebih dari setengah abad.
Prestasi historis ini menjadi oase di tengah hancurnya fasilitas olahraga dan matinya ruang publik akibat perang saudara.
Keberhasilan membungkam Nikaragua di Curaçao memicu perayaan masif warga di jalanan ibu kota Port-au-Prince yang biasanya dicekam ketakutan.
Momentum kelolosan ini sekaligus mematikan sekat konflik yang selama ini memecah belah negara kepulauan Karibia tersebut.
"Sudah lama sekali Anda tidak melihat rakyat Haiti bersatu seperti ini," kata Louicius Deedson, gelandang berusia 25 tahun yang mencetak gol kemenangan.
Keberhasilan ini tergolong ajaib mengingat skuad Les Grenadiers terpaksa menggelar pemusatan latihan di Florida dan New Jersey akibat situasi domestik yang tidak aman.
PBB mencatat hampir 90 persen wilayah ibu kota kini dikuasai oleh kelompok kriminal bersenjata, termasuk area sekitar Stadion Sylvio Cator yang legendaris.
Stadion bersejarah yang dulunya menjadi saksi bisu kejayaan sepak bola kini beralih fungsi menjadi kamp pengungsian warga.
Masyarakat mencari perlindungan di sana setelah rumah mereka dibakar dan jalur pasokan logistik kota diputus oleh kelompok milisi.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Jadi Beban? Pundit Sebut Portugal Lebih Berbahaya Tanpa CR7
Situasi mencekam ini membatasi ruang gerak para pemandu bakat internasional untuk memantau talenta lokal secara langsung ke stadion.
Ketakutan kolektif ini juga menutup kesempatan bagi anak-anak lokal untuk mengakses fasilitas latihan yang layak dan mengejar mimpi mereka.
"Saya pikir pindah ke AS adalah hal terbaik bagi saya saat ini," ujar Deedson kepada CNN, mengenang keputusannya bermigrasi saat remaja.
Mayoritas pilar tim nasional saat ini lahir dan berkarier di Eropa, sementara sang pelatih asal Prancis bahkan dilarang masuk ke Haiti.
Di tengah dominasi pemain diaspora, Woodensky Pierre muncul sebagai satu-satunya penggawa dari kompetisi domestik yang menembus skuad utama.
Pierre tumbuh di Cite Soleil, wilayah kumuh yang menjadi pusat pertempuran hingga memaksa lembaga kemanusiaan MSF angkat kaki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi