Selebtek.suara.com - Negara Jerman tertarik untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dari konflik perang Ukraina dan percaya dukungan ke Kiev tidak boleh difokuskan secara eksklusif pada aspek bantuan militer, kata Ralf Stegner, anggota Bundestag (parlemen Jerman) dari Partai Sosial Demokrat (SPD) yang berkuasa, dilansir dari TASS, Jumat (4/8/2023).
Ralf Stegner menegaskan kembali bahwa Jerman menempati posisi kedua, setelah Amerika Serikat, sebagai pemasok senjata ke Ukraina dan, dengan demikian, "tidak boleh mentolerir setiap teguran yang diarahkan ke arahnya."
Menurut Ralf, Berlin tertarik untuk membantu kekuatan militer pemerintah Ukraina.
"Namun, kami juga tertarik untuk menghindari eskalasi," tambah Ralf.
Menurutnya, penduduk Jerman mengharapkan ini dari pemerintah.
"Kita harus melihat sesuatu tidak hanya dari sudut pandang militer," kata Stegner.
“Upaya diplomatik, bersama dengan politik, ekonomi dan kemanusiaan, juga harus memainkan peran mereka,” tambahnya.
Diketahui total volume bantuan militer, keuangan, dan kemanusiaan Jerman ke Ukraina telah mencapai hampir 17 miliar euro sejak Februari 2022.*
Berita Terkait
-
Michelle Ashley Yakin Pinkan Mambo Tidak Akan Gugat Cerai Suaminya: Mata dan Hatinya Sudah Dibutakan oleh Cinta
-
12 Manfaat Anggur Hitam untuk Kesehatan Jantung, Kulit dan Rambut
-
Tes Kepribadian: Gambar yang Kamu Lihat Pertama Tunjukan Kekuatan dan Kelemahanmu
-
Pinkan Mambo Sudah Buat Rencana untuk Fitnah Sang Anak Jika Membongkar Kelakuan Ayah Tiri
-
Tes Kepribadian: Lihat dengan Teliti, Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Tujuan Hidup Anda
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Dukung Swasembada, Pupuk Indonesia Jaga Ketersediaan Pupuk Nonsubsidi di Wilayah Indonesia Timur
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Modal Apik dari Belanda, Tim Geypens Siap Panaskan Persaingan Bek Kiri Timnas Indonesia
-
Heboh, Syekh Ahmad Al Misri Dikaitkan dengan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Heboh! Patung Trump dan Epstein Bergaya Romantis ala Titanic Muncul di Washington
-
27 Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Wajib Catat, Diyakini Turunnya Lailatul Qadar
-
Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama
-
Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran
-
Rismon Sianipar Mundur dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cium Aroma Kejanggalan