Selebtek.suara.com - Bagi sebagian orang menonton video porno alis video bokep menjadi suatu yang lumrah. Sayangnya jika dilakukan secara terus menerus, maka banyak dampak negatif yang menghantui.
Dokter spesialis kandongan dan seksolog, Dokter Boyke menjelaskan jika sering menonton video bokep akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan seseorang.
Bahkan lebih parahnya, orang yang kecanduan nonton video bokep akan menjadi sulit menangkap pelajaran. Si orang yang kecanduan nonton video bokep juga memiliki fantasi untuk bisa melakukan hal yang sama di video itu.
"Kebiasaan nonton bokep tersebut itu bisa mengakibatkan seseorang menjadi senang melakukan onani, berfantasi seks terus menerus, mengurangi keinginan untuk belajar," kata Dokter Boyke dalam video yang diunggah di kanal Youtube Piaway, beberapa tahun lalu.
"Bahkan kalau pacaran terdorong untuk melakukan apa yang dilakukan di dalam bokep atau blue film tersebut,” lanjutnya.
Orang yang sering menoton bokep akan sulit menyalurkan hasrat seksualnya. Sehingga pilihan awal adalah melakukan onani. Namun jika onani tak terpuaskan si orang yang kecanduan kemudian memilih untuk menyewa pekerja seksual (PSK).
“Karena setelah menonton film bokep kemudian melakukan onani, kemudian dia mimpi, mimpinya juga seperti apa yang ada di film tersebut, saking gairahnya. Kemudian kalau bosan onani, maka dia ingin mencoba melakukan hubungan seksual dengan pekerja seks misalnya,” tutur Dokter Boyke.
Bagi yang memiliki pacar, maka ia akan memaksa pacarnya itu berhubungan badan dengan berbagai cara.
Bahkan dia berpikir yang tadinya hubungan pacarannya biasa saja, bisa berpikir untuk berhubungan seks dengan pacarnya. Dengan segala cara dia ingin menyalurkan apa yang sudah dipertunjukkan oleh blue film,” sambungnya.
Baca Juga: 5 Fakta Jeje Govinda Gabung PAN, Alasan Tak Ributkan Perselingkuhan Syahnaz?
Hal yang cukup menyedihkan, ternyata dari hasil penelitian hampir semua anak SMA sudah pernah menonton bokep. Sementara anak SMP berada di sekitar 72 persen.
Ia pun mewanti-wanti agar tidak kecanduan nonton video bokep yang pada akhirnya berujung ke seks bebas. Bukan hanya itu saja, kecanduan nonton video bokep juga akan mengganggu pelajaran.
"Bisa dari penyakit kelamin yang ditularkan oleh pekerja seks, menghamili pacar yang bisa sebabkan keributan, kemudian tidak bisa mengikuti pendidikan atau pelajaran karena pikiran diisi hal-hal yang bersifat pornografi, dan yang menyedihkan lagi, nonton film bokep bisa sebabkan kecanduan sehingga sulit lepas,” tutur Dokter Boyke. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Kata-kata Mauro Zijlstra Usai Debut Bersama Persija Jakarta
-
Sambut Ramadan, 30 Warga Binaan Rutan Serang Bersihkan Masjid Agung Ats-Tsauroh
-
Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM
-
Tak Hanya Biji Mentah, Pemerintah Bidik Ekspor Kopi Olahan
-
Rekor Kandang Sempurna Jadi Senjata Persib Bandung Untuk Membalikkan Keadaan Melawan Ratchaburi FC
-
Jalur Wisata Curug Cibeureum TNGGP Ditutup Sementara Akibat Longsor, Wisatawan Diminta Bersabar
-
Merak-Bakauheni Diprediksi Diserbu 6 Juta Pemudik, Ini Strategi Kemenhub
-
5 Lipstik yang Tidak Cepat Luntur untuk Makan Minum, Jadi Andalan saat Bukber
-
Influencer Sebagai Standar Moral Baru di Era Mabuk Digital
-
Kebakaran di Mal Ciputra Bekasi, Percikan Las Logo Reklame Jadi Pemicu