Bisnis / Properti
Selasa, 17 Februari 2026 | 17:20 WIB
Foto udara sejumlah mobil pemudik antre untuk menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (29/3/2025). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa]
Baca 10 detik
  • Kemenhub siapkan strategi mengatasi kepadatan 6 juta pemudik lintas Merak-Bakauheni dengan 255 kapal.
  • Pemerintah menetapkan lima titik sebaran delaying system menuju Merak dan lima jalur penyeberangan alternatif.
  • Pelabuhan Merak khusus melayani kendaraan pribadi, sementara Ciwandan dan Bojonegara melayani kapal logistik.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan strategi untuk memecah kepadatan saat mudik lebaran lintas kapal feri Merak-Bakauheni. Diperkirakan 6 juta orang akan mudik lewat lintas penyeberangan tersebut.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Kemenhub menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan yang akan dilayani melalui 15 lintas penyeberangan.

Khusus menuju Pelabuhan Merak, pemerintah menyiapkan lima titik utama sebaran lokasi delaying system, yakni Rest Area KM13 A, Rest Area KM 43 A, Rest Area KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Pelabuhan Merak, serta JLS Ciwandan untuk wilayah Pelabuhan Ciwandan.

Selain itu, disiapkan pula lima jalur penyeberangan sebagai langkah kontingensi, yakni Merak-Bakauheni, Ciwandan – PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan - Bakauheni, BBJ Bojonegara - BBJ Muara Pilu, dan PT. Krakatau Bandar Samudera - Pelabuan Pajang.

Ilustrasi Pelabuhan Merak. (Suara.com/Yandhi)

"Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi seperti dikutip, Selasa (17/2/2026).

"Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini," sambungnya.

Menhub menyebut Provinsi Banten memiliki posisi sangat strategis dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran.

Selain masuk lima besar provinsi asal pergerakan masyarakat dengan potensi 11,17 juta orang, Banten juga menjadi jalur utama kendaraan dari Jawa menuju Sumatera.

{Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang," imbuhnya.

Baca Juga: Menhub Ungkap 5 Titik Penahan Arus di Banten Jelang Mudik Terpadat

Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Banten guna memastikan kelancaran arus mudik, termasuk mengantisipasi potensi kepadatan akibat pasar tumpah dan lokasi wisata seperti Pantai Anyer, Pantai Carita, dan Pantai Tanjung Lesung.

Tak hanya itu, aspek keselamatan turut menjadi perhatian. Di Provinsi Banten terdapat 157 perlintasan sebidang dan telah dilakukan penambahan 43 penjaga jalan perlintasan untuk meningkatkan pengawasan selama masa mudik.

"Di provinsi Banten terdapat perlintasan sebidang sebanyak 157. Telah dilakukan penambahan 43 penjaga jalan perlintasan untuk peningkatan pengawasan perlintasan di Banten. Adapun wilayah perlintasan padat yaitu jalan arteri dari dan ke kawasan Pelabuhan Merak yang melewati pelintasan sebidang, diharapkan menjadi prioritas pengamanan selama masa mudik," pungkas Menhub.

Load More