- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan nilai impor energi Indonesia mencapai Rp 520 triliun per Selasa (17/2/2025).
- Bahlil menekankan pentingnya terobosan produksi minyak domestik untuk mengurangi ketergantungan impor energi saat ini.
- Pemerintah berencana meningkatkan produksi melalui tender 110 blok migas baru serta intervensi teknologi sumur tua.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut nilai impor untuk sektor energi seperti BBM dan gas mencapai Rp 520 triliun. Dengan besar nilai impor tersebut, importir menurutnya menjadi pihak yang yang paling diuntungkan.
"Sekarang kita impor 1 juta barel per day. Total impor kita 520 triliun untuk energi, baik BBM, crude, dan LPG," kata Bahlil yang dikutip dari kanal You Tube HIPMI TV pada Selasa (17/2/2025).
Bahlil pun menilai bahwa ketergantungan terhadap impor itu harus segera ditekan dengan melakukan terobosan untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri.
"Jangan pernah kita bermimpi, akan menjadi swasembada energi, kalau tidak kita melakukan terobosan," tegasnya.
Tercatat realisasi lifting minyak nasional pada 2025 mencapai 605.300 barel per hari atau 100,05 persen dari target yang ditetapkan pada APBN 2025. Angka itu masih tertinggal jauh, dibanding dengan lifting minyak pada periode 1996-1997 yang berada di kisaran 1,6 juta barel per hari.
Menurutnya, ketidakmampuan untuk mencapai swasembada energi hanya akan menguntungkan para importir.
"Dan importir-importir ini adalah yang paling mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," tutur Bahlil.
Dia pun mengungkap sejumlah tantangan, salah satu sumur-sumur minyak yang ada sudah tua sehingga tidak lagi produktif. Bahlil mencatat dari total 39.000 hingga 40.000 sumur yang ada, hanya 17.000 hingga 18.000 sumur yang beroperasi.
Untuk itu, ditegaskannya guna meningkatkan kembali produksinya harus dilakukan intervensi melalui pemanfaatan teknologi.
Baca Juga: Menteri Bahlil Resmikan Izin Tambang Rakyat di 18 Provinsi
Bahlil mengungkap, saat ini sejumlah upaya tengah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak nasional, salah satunya mendorong eksekusi sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD).
Bersamaan dengan itu, Kementerian ESDM akan membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru. Bahlil pun mengajak agar pengusaha turut berpartisipasi dalam tender tersebut.
"Ini kalau pengusaha HIPMI, kalian bermain minyak, ini 110 blok baru. Ini untuk mendorong ketahanan energi, swasembada energi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Tak Hanya Biji Mentah, Pemerintah Bidik Ekspor Kopi Olahan
-
Merak-Bakauheni Diprediksi Diserbu 6 Juta Pemudik, Ini Strategi Kemenhub
-
Ramalan IHSG untuk Sepekan Ini, Investor Diharap Fokus Saham Fundamental
-
Tak Boleh Ketergantungan Impor, Indonesia Harusnya Naik Kelas Jadi Produsen Halal Dunia
-
Prestasi Internasional BRI: 4 Award ESG 2025 dan Rekor Social Bond
-
Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal
-
Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah
-
Menhub Ungkap 5 Titik Penahan Arus di Banten Jelang Mudik Terpadat
-
Cuan Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun, Kadin Optimistis Ekonomi RI Melesat 5,5 Persen
-
Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai