Selebtek.suara.com - Dewa 19 termasuk band legendaris Indonesia yang sampai sekarang selalu eksis dalam blantika musik Tanah Air. Seolah tidak tergerus dengan zaman.
Meski masih dinanti oleh banyak orang, Dewa 19 termasuk band yang sudah mengalami gonta-ganti personil. Sejak awal berdiri hingga saat ini hanya Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan tetap bertahan.
Padahal nama Dewa sendiri berasal dari singkatan masing-masing personil. Mereka terdiri dari Ahmad Dhani (D) keyboard, Erwin Prasetya (E) bass, Wawan Juniarso (J) drummer dan Andra Ramadhan (A) gitar.
Sedangkan angka 19 itu disematkan dalam nama band karena dulu ketika awal rekaman usia personil Dewa rata-rata berusia 19 tahun.
"Umurnya waktu itu pertama kali rekaman 19 tahun semuanya," ungkap Dhani dikutip dari YouTube Rhoma Irama Official pada Selasa (19/9/2023).
"Makannya album pertama namanya 19. Jadi bandnya sebenarnya nama Dewa, albumnya 19. Orang mikir Dewa 19, ya, sudahlah gak apa-apa," ujarnya.
Meskipun nama band singkatan dari masing-masing personil, tetapi karena suatu konflik dengan Ahmad Dhani.
Ada satu personil bernama Wawan Juniarso (drummer) memilih untuk hengkang pada masa awal-awal berdiri.
Penyebab hengkangnya Wawan dari grup Dewa karena masalah pembagian hasil.
Baca Juga: Soal Isu Prabowo Subianto Cekek Wakil Menterinya, Jokowi: Masa Nyekek
Dalam pengakuan Ahmad Dhani karena saat itu belum ada aturan. Maka mantan suami Maia Estianty ini membuat peraturan sendiri pakai sistem proporsional.
"Waktu itu proporsional. Jadi belum ada aturannya, tahun 1992 belum ada aturan.Tapi saya udah ngatur sendiri tuh," ucap Dhani.
"Band itu segini, pengarang lagu segini. Waktu itu sempat ada pertentangan," ujarnya.
Dari aturan yang dibuat Dhani itulah sebagai penyebab drummer Dewa pertama ini keluar.
"Drummer kita Wawan Juniarso waktu itu, mengundurkan diri karena tidak sepakat dengan sistem proporsional ini," kata Dhani.
Suami Mulan Jameela itu mengungkapkan kalau Wawan mintanya untuk bagi hasil itu ya sama rata dibagi lima.
"Dia mau yang namanya band berlima ya bagi lima gitu," ucapnya.
Namun, pendapat Wawan malah tidak disetujui oleh Dhani, mengingat beban kerja tiap personil beda-beda.
"Saya bilang nggak bisalah. Masak ada orang yang bekerja lebih keras tidak mendapatkan yang lebih gitu kan," paparnya.
"Akhirnya Wawan waktu itu kan masih muda ya, temperamen. Dia nggak mau, pokoknya band itu ya dibagi lima. Ya udah tidak sepakat, akhirnya dia keluar," sambungnya.
Kalau anggota lain termasuk Ari Lasso (vokalis) sepakat dengan sistem proporsional.
"Yang lainnya sepakat dan waktu itu belum ada memang pembagian yang proporsional," tutur Dhani.
Ketika Dewa sudah mulai merambah bisnis dalam artian dunia rekaman. Aturan bagi hasil akhirnya ditentukan oleh perusahaan rekaman.
"Tapi waktu itu saya sudah ngatur sendiri. Baru setelah masuk dunia bisnis, dunia rekaman," tuturnya.
"Baru nanti di album ketiga itu perusahaan rekaman yang ngatur. Seperti yang sekarang kita tahu gitu," pungkasnya.(*)
Berita Terkait
-
Ahmad Dhani Klaim Jadi Bapak Para Sufi di Depan Rhoma Irama, Si Raja Dangdut Kasih Hormat: Sudah Tinggi Nih Levelnya
-
Ini Cara Ahmad Dhani Bagi Penghasilan Dewa 19, Awal Berdiri Pakai Sistem Proporsional karena Belum Ada Aturannya
-
Ahmad Dhani Gak Tega Lihat Bimbim Slank Mainkan Lagu Legend Vina Panduwinata yang Ini: Main Drumnya Susah
-
Rhoma Irama Sentil Ahmad Dhani Soal Nama Dewa 19: Kenapa Gak Namanya Band Kebetulan
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan
-
Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport
-
Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api
-
Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant
-
Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara
-
Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW
-
Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya