SUARA SEMARANG - Menebak seperti apa post credir scene di film Satria Dewa Gatotkaca dengan hadirnya karakter Arjuna.
Apakah Arjuna bakal jadi post credit scene di film Satria Dewa Gatotkaca yang kini masih tayang di layar bioskop Tanah Air.
Banyak yang menanti apakah bakal ada post credit scene film Satria Dewa Gatotkaca, apalagi dengan adanya tokoh superhero Arjuna.
Jika ada post credir scene, maka film Satria Dewa Gatotkaca bakal meniru layaknya film superhero di Marvel atau DC Comics.
Kelanjutan bakal seperti apa film Satria Dewa Gatotkaca, berikut penjelasan tentan post credit scene film tersebut.
Satria Dewa Gatotkaca menjadi film pembuka dari jagat Satria Dewa, yang diproduksi oleh Satria Dewa Studio.
Saat ini film Satria Dewa Gatotkaca telah ditayangkan di bioskop tanah air, dan ditayangkan secara reguler mulai 9 Juni 2022.
Film ini menceritakan Yuda, sebagai seorang titisan dari Gatotkaca yang dikenal memiliki tulang kawat dan otot besi.
Takdir membawa Yuda, untuk menjadi titisan Gatotkaca di masa kini dan melindungi para Pandawa.
Jika ada Pandawa, tentu ada sosok antagonis yang bernama Kurawa di film ini.
Kurawa mengincar medali Brajamusti yang disimpan oleh ibu Yuda.
Dengan medali tersebut, Yuda dapat berubah menjadi sosok Gatotkaca dengan penampilan modern.
Di akhir film Satria Dewa Gatotkaca, tidak terdapat post credit scene seperti film superhero pada umumnya.
Sehingga Anda tidak perlu menunggu berlama-lama di bioskop untuk menyaksikan post credit scene film Satria Dewa Gatotkaca.
Namun film Gatotkaca bukan menjadi akhir cerita dari jagat Satria Dewa.
Nantinya setelah film Satria Dewa Gatotkaca, akan tayang film dari karakter wayang lainnya seperti Arjuna.
Karakter Arjuna sendiri muncul di film Satria Dewa Gatotkaca, dengan nama Dananjaya dan diperankan oleh Omar Daniel.
Demikian informasi mengenai film Satria Dewa Gatotkaca, yang ternyata tidak memiliki post credit scene namun dilanjut sekuel Arjuna.
Berita Terkait
-
Ulasan Film Office Romance: Romansa Kantor dari Netflix yang Kurang Legit
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Review Film A Man Called Otto: Seni Menerima Kehilangan dan Luka Masa Lalu
-
Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital
-
Review Film Mata Jiwa: Potret Kaum Marginal dan Akar Empati Tiyo Ardianto
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Situs Pemetaan Calon Murid Baru Jabar Down Saat Pengumuman
-
Metronome oleh izna: Rangkul Identitas Diri Jadi Standar Utama dalam Hidup
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Adu Spek Samsung Galaxy A17 4G vs Infinix Hot 70: Pilih HP Murah yang Mana?
-
Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial
-
Kiosnya Diratakan Alat Berat, Pedagang Puncak Pass Bingung Cari Tempat Jualan Baru
-
Nyore di Kafe Petli: Cerita Reuni dan Langit Senja yang Memilih Sembunyi
-
Xiaomi Buds 6 Resmi Meluncur, Bawa Harman Tuning dan Baterai hingga 35 Jam
-
Sisi Gelap Philadelphia Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Banyak Zombie Berkeliaran
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal