/
Minggu, 17 Juli 2022 | 22:51 WIB
Semarang.suara.com

Meski begitu, Megawati sangat mengenal siapa sosok wakil walikota Semarang tersebut. Ia biasa menyapa nama Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan sapaan Mbak Ita.

Cerita Megawati itu terdapat dalam video YouTube dari akun resmi PDI Perjuangan, saat Megawati memberikan pengarahan dalam acara Penyampaian Tali Asih Kader Partai yang Meninggal Dunia Terpapar Covid-19.

Dalam video yang diunggah, Megawati saat itu menyapa para kader dengan mengabsen para kepala daerah yang terlihat pada layar webinar, ada dua nama pertama langsung disebut Megawati.

Pertama ada nama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan yang kedua nama wakil walikota Semarang.

"Ada wakil walikota Semarang ibu.. saya kalau memanjangkan namanya suka gagap, karena kok susah banget, jadi saya selalu menyapanya Mbak Ita saja," kata Megawati.

Saat itu Megawati meminta para kepala daerah tidak boleh berpangku tangan dengan program dari pusat saja, terutama dalam pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan di masyarakat selama pandemi belum berakhir.

"Saya bilang pada Mbak Ita untuk mempelopori, karena kelihatannya dia senang tanaman, pinter nanam," katanya.

Megawati rupanya menginstruksikan pada Mbak Ita menggerakkan ketahanan pangan di masyarakat dengan urban farming.

Dalam instruksinya, Mbak Ita diminta memanfatakan botol bekas dan lainnya sebagainya sebagai wadah biji-bijian lalu ditanam sampai panen.

Baca Juga: Angkot Tertimpa Pohon Raksasa Tua, Penumpang Panik Dikerubuti Ribuan Semut Rang Rang

"Dengan pola itu maka tanpa mengeluarkan biaya dengan sedikit kerja," kata Megawati.

Mbak Ita juga diperintah untuk mendokumentasikan vidio urban farming. Agar bisa dilihat oleh siapa saja untuk bisa belajar secara daring di media sosial.

"Itu saya lakukan, nanti saya video, supaya kalian bisa mengerti maksud saya, karena hasilnya bisa untuk kita sendiri, bisa dibagikan ke rakyat, ada sayur-sayura, buah- buahan," kata Megawati.

Di ketahui, jika Mbak Ita getol dalam menggerakkan urban farming pada masyarakat sebagai upaya ketahan pangan.

Di rumah pribadinya, Mbak Ita juga memiliki kebun urban farming yang ditanam aneka jenis sayuran, buah-buahan sampai padi yang ditanam pada pot.

Hasilnya sudah panen dengan bisa dinikmati sendiri juga dibagikan pada warga sekitar.

Load More