/
Rabu, 03 Agustus 2022 | 19:58 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Muhammad Ilham Baktora/Suarajogja.id)

SUARA SEMARANG - Menko PMK, Muhadjir Effendy angkat bicara soal ramainya berita beras bansos yang dikubur JNE di Depok, Jawa Barat dan viral di media sosial.

Disinggung perihal kerugian negara akibat penguburan beras bansos yang rusak tersebut, Menko PMK berpegang pada pernyataan JNE.

Jika mengacu pada pernyataan pihak JNE, Muhadjir Effendy menyatakan bahwa negara tidak rugi atas kejadian beras bansos yang dikubur di Depok tersebut.

"Kita enggak berurusan dengan berapa ruginya karena kita nggak rugi," ujar Muhadjir di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (3/8/2022) dikutip dari PMJ News.

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa beras yang ditimbun sudah ditanggung dan diganti oleh pihak JNE.

"Itu kan ditanggung oleh JNE, oleh transporter karena kerusakannya ketika diangkut. Sebetulnya semula baik kan. Jadi dia itu sudah ada di perjanjian, jadi pemerintah enggak rugi. Iya, dia (beras itu) udah miliknya JNE itu, barang itu. Sekali lagi, saya berpegangan pada pernyataan JNE Iho ya," jelasnya.

Beras yang rusak bukan lagi menjadi urusan pemerintah karena pihak JNE sudah melakukan penggantian dan diserahkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai dengan perjanjian.

"Makanya kita juga enggak ikut-ikutan entah itu ditimbun, entah itu dibuang, entah itu dipakai makan hewan, itu urusan dia, itu barang dia, bukan barang pemerintah. Untuk pemerintah, dia sudah ganti dan sudah diserahkan ke KPM sesuai dengan perjanjian," tandasnya.

Sebelumnya, media sosial heboh atas temuan beras bansos yang terkubur di salah satu lahan di Depok.

Baca Juga: Kuasa Hukum: Beras yang Terkubur di Depok Milik JNE, Bukan Beras Bansos dari Presiden

Jumlah beras bansos tersebut cukup banyak hingga membuat netizen bertanya-tanya.

Pihak JNE menyatakan bahwa penguburan beras bansos yang rusak tersebut sudah sesuai dengan SOP dan perjanjian.

Polisi pun telah mengambil sampel beras bansos yang dinilai rusak tersebut untuk didalami lebih lanjut.

Load More