/
Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:21 WIB
Ilustrasi Warmindo (Twitter @Sosmedlembut)

SUARA SEMARANG - Pelaku UMKM Burjo Warmindo di Kota Semarang menjerit saat tahu harga mie instan bakal naik tiga kali lipat.

Burjo Warmindo atau dikenal bubur kacang ijo dan warung makan Indomie, sangat menggantungkan nasibnya dengan mie instan sebagai menu utama jualannya.

Di ketahui harga gandum dunia melonjak membuat harga bahan dasar mie instan juga diprediksi bakal ikut bergejolak naik.

Pemilik Burjo Warmindo di Kota Semarang pun ikut ketar ketir sebab akan berpengaruh pada harga jual semangkuk mie instan.

Arif Nugroho (35) pemilik Burjo Space dan Warmindo di Kota Semarang mengaku ketar ketir viralnya harga mie instan yang bakal naik 3 kali lipat.

"Mie instan itu sudah jadi menu favorit di burjo Warmindo bahaya kalau naik harganya," katanya.

Ia pusing jika harus ikut menaikan harga jual sebab keuntungan semangkuk mie instan juga dibundling dengan menu lainnya seperti mie telor dan sayur.

Ia mengaku mie instan adalah menu utama paling banyak dipesan oleh pelangannya di burjo Warmindo miliknya.

"Sehari habis 50 porsi mie instan, itu kan juga campur enggak sebatas mie rebus atau goreng yang tanpa telur," katanya.

Baca Juga: Motif Pembunuhan Brigadir J Jadi Konsumsi Penyidik, Kabareskrim: Untuk Jaga Perasaan Semua Pihak

Apalagi, Burjo Warmindo miliknya terhitung masih baru berdiri belum genap satu tahun.

Masih butuh waktu yang cukup panjang untuk mencapai break event poin (BEP) daganganmya.

Jika kenaikan harga mie instan terjadi tentu akan mengubah harga jual yang sangat sulit .

"Pelanggan pasti juga bertanya-tahya, apalagi saya jualan di komplek kos mahasiswa," katanya yang lapaknya ada di dekat kampus Unissula Semarang.

Menurut dia, soal harga mie instan naik sebenarnya sudah terjadi sebelum viral di medsos.

Saat belanja di pasar harga per dus mie instan juga naik fluktuatif berkisar Rp 2-3 ribu per dus perharinya.

Load More