/
Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:21 WIB
Ilustrasi Warmindo (Twitter @Sosmedlembut)

"Belanja setiap hari mie instan 2-3 dus dan itu harga sudah baik fluktuatif," katanya.

Disebutkan sekali belanja untuk satu dua mie kini harga sudah mencapai Rp 108-110 ribu per dus di pasar grosir.

Meski fluktuatif, ia menjual harga menu mie instannya tetap stabil tidak menaikan harga jual.

Untuk mie instan rebus dan goreng ia jual Rp 7 ribu, tambahan telur Rp 10 ribu, untuk minuman dari Rp 3 ribu hingga 6 ribu.

Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo menyebutkan bahwa penyebab harga Mie Instan naik bukan karena gandum habis.

Melainkan gandum tetap ada namun memang harganya yang melonjak cukup tinggi.

Fenomena ini bisa memicu akan terjadi pada makanan lain yang menjadikan gandum sebagai bahan dasar utamanya.

Seperti mie instan diprediksi akan naik tiga kali lipat dari harga normal seperti biasanya.

Kenaikan harga Mie Instan hanya baru sebagian kecil dari konflik Rusia-Ukraina, sebab meskipun diharapkan tidak akan terjadi.

Baca Juga: Motif Pembunuhan Brigadir J Jadi Konsumsi Penyidik, Kabareskrim: Untuk Jaga Perasaan Semua Pihak

Di sisi lain, Mendag Zulkifli Hasan memastikan kenaikan harga mi instan tidak akan naik tiga kali lipat seperti informasi yang beredar di masyarakat.

Alasannya, Mendag Zulkifli Hasan justru menilai bahwa harga gandum akan turun pada September 2022 mendatang sehingga tidak akan membuat harga mi instan naik tiga kali lipat seperti yang beredar.

Zulkifli Hasan mengatakan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu ke Rusia membawa dampak baik terhadap ketersediaan dan pasokan gandum di Indonesia.

Load More