SUARA SEMARANG - Advokat Hendra Wijaya resmi menyandang gelar doktor usai dinyatakan lulus dalam ujian promosi terbuka di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Kamis (1/9/2022).
"Dari hasil ujian promosi doktor atas nama Hendra Wijaya dinyatakan lulus sebagai doktor ke-45 Untag," tegas ketua sidang sekaligus penguji Prof Edy Lisdiyono.
Prof Edy mengungkapkan, Hendra Wijaya meraih IPK 3,88 dengan predikat cumlaude setelah menyelesaian disertasi dan menempuh masa studi selama tiga tahun lebih tiga bulan.
Disertasi Hendra mengangkat tema "Model Politik Penyalahgunaan Kartu Kredit dalam Mewujudkan Perlindungan Hukum bagi Perbankan dalam Kerangka Pembaharuan Hukum Pidana".
Menurur Hendra, model politik kriminal dalam undang-undang perbankan tidak memberikan perlindungan hukum bagi usaha kartu kredit dan perbankan.
Sehingga, katanya, hal tersebut berdampak pada penyalahgunaan kartu kredit yang merugikan bagi dunia perbankan dan bagi masyarakat pemegang kartu kredit.
Dari penelitiannya, Hendra ingin mengkaji dan menganalisis konstruksi model politik kriminal penyalahgunaan kartu kredit dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia pada saat ini dan masa yang akan datang.
"Selama ini, model politik kriminal penegakan tindak pidana penyalahgunaan kartu kredit dilakukan melalui sarana penal dengan jenis sanksi meliputi pidana penjara ataupun denda," katanya.
Bagi Hendra, penegakan hukum semacam itu dinilai kurang efektif untuk menciptakan rasa jera terhadap para carder dan mencegah terulangnya tindak pidana tersebut.
Baca Juga: 18 Bidang Studi Prioritas Dibuka Pada Program PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022
Dia pun menyarankan agar dilakukan rekonstruksi terhadap Undang-Undang Perbankan, KUHP, dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan fokus kepada penyelesaian penyalahgunaan kartu kredit yang berbasis pada upaya non-penal.
Perlu diketahui, ujian terbuka program doktor Untag Semarang Hendra Wijaya dipromotori oleh Prof Edy Lisdiyono dan Dr Bambang Joyo Supeno selaku co-promotor.
Adapun pengujinya Prof Edy Lisdiyono, Prof Sarsintorini Putra, Prof Jamal Wiwoho (penguji eksternal guru besar USN), Prof Retno Mawarini, Dr Krismiyarsi, dan Dr Sigit Irianto. (*)
Berita Terkait
-
Sidang Dengar Pendapat Komisi III dengan Kapolri Soal Kasus Brigadir J Sempat Memanas, Diwarnai Debat Soal Gelar Doktor
-
Gelar Rapat Bersama, Komisi III DPR RI Puji Usulan RKUHP dari Dewan Pers
-
Berkicau di Medsos, Hotman Paris Desak Menteri Nadiem Makarim Usut Oknum Pengacara Diduga Pakai Ijazah Doktor Palsu
-
Hotman Paris Minta Nadiem Makarim Usut Oknum Pengacara yang Palsukan Ijazah Doktor, Siapa Gerangan?
-
Tren Medical Homecare Meningkat, Tirta Medical Centre Siapkan Dokter dan Perawat Profesional
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class
-
Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
PFI Bogor Gelar Bedah Foto APFI 2026, Soroti Risiko dan Etika Jurnalisme Visual Dunia
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif