/
Jum'at, 02 September 2022 | 19:03 WIB
Pertiwi Indonesia resmikan Rumah Produksi UMKM Kolang Kaling Si Koling di Jatirejo Gunungpati Kota Semarang. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Kelurahan Jatirejo sebagai sentra penghasil produk kolang-kaling di Kota Semarang mendapatkan pendampingan dari sisi proses produksi hingga bantuan alat produksi agar bisa tembus pasar ekspor dunia.

Sebagai gerakan CSR, Pertiwi Indonesia meresmikan Rumah UMKM Kolang Kaling di Kelurahan Jatirejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (2/9/2022).

Dalam peresmian tersebut turut dihadiri Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Putri Kus Wisnu Wardhani.

Dinamai Rumah Produksi Si Koling, Rumah UMKM Kolang kaling Jatirejo akan menjadi pusat pengembangan dan pelatihan dalam meningkatkan kualitas mutu dan sistem jaringan pemasaran yang lebih luas kedepannya.

Karenanya, Pertiwi Indonesia juga menggandeng Universitas Katolik Soegijapranata dan BNI 46 yang akan turut serta dalam pendampingan para pelaku usaha kolang Kaling di Kelurahan Jatirejo.

Ketua Pertiwi Indonesia Antarina F Amir mengatakan, peresmian Rumah Produksi Si Koling akan membantu pendapatan warga Jatirejo dalam bangkit dari pandemi.

"Apa yang dilakukan Pertiwi Semarang adalah kolaborasi untuk membantunya UMKM lebih cepat bangkit dari pandemi Covid 19," katanya.

Bermacam pendampingan akan dilakukan Pertiwi bersama BNI 46, guna mencari solusi kendala apa yang selama ini dirasakan pelaku usaha UMKM kolang Kaling di Jatirejo.

Antarina menyebut, bantuan alat produksi yang telah diberikan membantu standar kualitas produk kolang-kaling agar bisa lebih luas diterima pasar.

Baca Juga: Seali Syah Istri Brigjen Hendra Kurniawan Bongkar Isi Surat Pernyataan Ferdy Sambo Tentang Pengrusakan DVR CCTV Duren Tiga

Ketua Pertiwi Semarang Mia Soedarso mengakui, kolang kaling di Jatirejo memiliki kualitas yang baik, namun saat ini masih terbatas pada wilayah pemasaran lokal. Belum menyentuh luar daerah Semarang.

"Kita utamakan lebih dulu kualitasnya, bagaimana mempertahankan kualitas kolang kaling serta keawetannya," katanya.

Namun begitu, mutu kualitas kolang kaling wajib memiliki standar kualitas yang harus terjaga.

"Sebelum memperluas jangkauan pasar wajib dilakukan standarisasi agar kualitas selalu terjaga dengan konsisten," katanya.

Setelahnya, pendampingan pelaku usaha kolang kaling akan diarahkan untuk memiliki kemasan atau packaging yang berstandar pula.

"Kami menggandeng peran akademisi Unika Soegijapranata untuk pengolahan produksi," katanya.

Load More