SUARA SEMARANG - Selain kerupuk kulit sapi dan kerbau, beredar juga kerupuk kulit babi di pasaran. Berikut ciri-ciri yang membedakan keduanya.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) membeberkan, kerupuk kulit sapi memiliki ciri-ciri permukaan kulitnya kasar dan berpori-pori.
"Warna agak putik keruh dan sedikit kecoklatan, tidak terasa berbau atau aneh saat dikonsumsi, nyaman di tenggorokan dan bila digoreng akan mekar," dikutip dari akun instagram @lppom_mui.
Sedangkan kerupuk kulit babi memiliki tekstur lebih halus dan mudah hancur bila dimakan dengan makanan berkuah. Warna kerupuk kulit babi lebih putih pucat dan tidak berwarna kecoklatan. Kerupuk kulit babi cenderung lebih murah dan jarang dijual di pasar tradisional.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai adanya kerupuk kulit dari kulit limbah. Yaitu yang berasal dari diantaranya sisa kulit bekas industri sepatu, tas maupun jaket yang sudah terkena proses penyamakan.
Ciri-cirinya, permukaan kulit cenderung halus atau licin, warna lebih terang berkilau karena mengandung bahan kimia, terasa bau bahan kimia saat dikonsumsi, tenggorokan terasa gatal dan nyeri usai mengonsumsinya dan bila digoreng tidak mekar.
Konsumen dianjurkan untuk mencermati, karena bila kulit telah diolah menjadi pangan, maka secara kasat mata sulit dibedakan. Tampilan bisa disamarkan dengan berbagai proses dan bahan aditif yng ditambahkan.
Menanggapi beredarnya berita-berita terkait adanya kerupuk kulit babi yang bersertifikasi halal, LPPOM MUI membantah kebenaran berita tersebut.
"Meskipun dipoles untuk menyamarkan asal-usulnya, kerupuk kulit babi jelas haram dalam ajaran Islam".
Baca Juga: Podcast UAS dan VJ Daniel Mananta, Ubah Pandangan Negatif Netizen
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Catat Tanggalnya! CGM Bogor 1-3 Maret 2026: Perayaan Unik Harmoni in Diversity
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Malang Rabu 25 Februari, Lengkap dengan Penjelasan Makan Setelah Imsak
-
Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar Sebelum Kuota Habis
-
Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten, Sopir Truk Asal Pandeglang Tewas
-
Komisi III DPR Kawal Ketat Kasus Kematian NS, Desak Jerat Ibu Tiri dengan Hukuman Maksimal
-
Ikuti Owner Meeting di Jakarta, Maestro Solo Semakin Antusias Debut di PFL 2!
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Rabu 25 Februari 2026, Jangan Telat Bangun Sahur!
-
Ucapkan Selamat Tinggal Macet! Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan