SUARA SEMARANG - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule sebut bentuk tim khusus untuk investigasi tragedi yang menewaskan 127 orang di Stadion Kanjuruhan Malang, saat penanganan massa oleh polisi kepada suporter usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya.
Ketum PSSI Iwan Bule sampaikan duka cita mendalam atas insiden di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022), di mana diduga ada salah prosedur pengamanan massa dengan polisi yang menggunakan gas air mata ditembakkan ke ara tribun penonton.
"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang," kata Iwan Bule, Ahad atau Minggu (2/20/2022) dini hari.
Iwan Bule ingin PSSI mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini.
Apalagi, kejadian ini menurutnya sangat mencoreng wajah sepak bola Indonesia.
Adapun PSSI langsung memberi hukuman kepada klub yakni Arema FC.
"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," kata dia.
Hingga saat ini, Ketum PSSI Iwan Bule terus berkoordinasi dengan pihak internal PSSI dan eksternal dalam hal ini aparat penegak hukum dan panpel Arema FC.
Seperti diketahui, pertandigan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh seusai laga.
Baca Juga: Rizky Billar Akan Diperiksa Polres Metro Jakarta Selatan Pekan Depan
Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah.
Namun warganet dan suporter beri kesaksian, bila polisi gunakan gas air mata ke arah tribun yang juga banyak wanita dan anak-anak.
Kondisi tersebut juga tampak dalam banyak video yang beredar di media sosial.
Manajemen Arema FC buka suara atas insiden Kanjuruhan yang menwaskan 127 orang hingga Ahad atau Minggu (2/10/2022) pagi, buntut kericuhan polisi dengan suporter dari Aremania usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya.
Manajamen Arema FC mengungkapkan permintaan maaf atas insiden yang terjadi menewaskan hingga lebih dari 100 orang usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, di sisi lain penggunaan gas air mata di dalam stadion dikritik habis dengan akibat yang fatal.
Manajemen Arema FC selain permohonan maaf juga membuka Crisis Center untuk membantu Aremania yang jadi korban tragedi Kanjuruhan semalam, usai laga Arema FC Vs Persebaya.
Berita Terkait
-
Media Asing Top Dunia Sorot Tragedi Kanjuruhan, Media asal Amerika Sebut Kekerasan di Sepak Bola jadi Masalah Lama di Indonesia
-
Arema FC Terancam Tidak Bisa Jadi Tuan Rumah di Sisa Kompetisi BRI Liga 1 Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
-
Mabes Polri Pantau Pengusutan Tragedi Kanjuruhan Arema vs Persebaya
-
Ricuh di Kanjuruhan Malang, Instagram PSSI Diserbu Warganet: EVALUASI!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Bukan Drama Chaebol Biasa: Mengapa Cinderella at 2 AM Layak Masuk Watchlist Kamu
-
Love on the Brain: Bertemu Cinta di Balik Laboratorium NASA
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar
-
Lelaki yang Menawarkan Euforia Lewat Kereta Luncur di Tengah Belantara
-
Strategi Jateng Tumbuhkan Ekonomi Desa Melalui Ekosistem MBG
-
Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto
-
Ibadah Dibubarkan Paksa di Bandung, Sajajar Desak KDM Bertindak Tegas!
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu