/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 15:51 WIB
Mantan Sekertaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu soroti Presiden Jokowi yang lebih menyalahkan tangga dan pintu stadion, dalam tragedi Kanjuruhan yang tewaskan 100 lebih Aremania (Twitter)

SUARA SEMARANG - Mantan Sekertaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu soroti Presiden Jokowi yang lebih menyalahkan tangga dan pintu stadion, dalam tragedi Kanjuruhan yang tewaskan 100 lebih Aremania.

Presiden Joko Widodo pada kunjungannya ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (5/10/2022) menyebut masalah yang banyak menimbulkan korban jiwa Aremania yakni tangga dan pintu stadion, Said Didu sindir keras.

Dalam momen itu, Presiden Jokowi tak sepatah katapun menyinggung gas air mata yang dilontarkan polisi ke arah teibun penonton Aremania, dan memicu chaos hingga timbulkan banyak korban di Kanjuruhan, Said Didu singgung keras apa yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Pernyataan Presiden Jokowi juga disayangkan oleh Said Didu, sebab tak ada bagian pemerintahan yang berani menyebut penyebab masalah yakni gas air mata.

Justru, pemerintah malah bicara soal benda mati tangga dan pintu Stadion Kanjuruhan, bukannya sikap polisi yang melontarkan gas air mata ke tribun penonton yang banyak diisi anak-anak dan perempuan.

"Semua kompak menyalahkan yang bukan penyebab kematian lebih 100 orang, yaitu penembakan gas air mata," tulis Said Didu di akun Twitternya pada Kamis (6/10/2022).

"Sekarang yang disalahkan pintu dan tangga. Apakah berikutnya yang akan disalahkan sempritan wasit?" tambahnya.

Sepatu berserakan di tangga Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. (sumber: Instagram Jessica Washington @jeswashingtonnews)

Cuitan Said Didu sontak mengundang berbagai respons dari warganet pada kolom komentar.

Berikut ragam tanggapan warganet, melansir Suara.com.

Baca Juga: Lesti Kejora Terkenal Bucin, Sahabat Kaget saat Dengar Kabar Dinikahi Rizky Billar

"Sudahlah, nyata sudah. Tidak ada yang bisa diharapkan sisanya. Masalah seukuran stadion sj tidak mampu apalagi masalah seukuran dari Sabang sampai Merauke," komentar warganet.

"Kalau tangga dan pintu jadi penyebab mungkin dari dulu makan korban yang banyak karena stadion Kanjuruhan sudah ratusan kali digunakan untuk kompetisi," imbuh warganet lain.

"Sial banget nasibmu wahai pintu dan tangga,yang sabar yaa, mugkin ini sudah takdirmu," tulis warganet di kolom komentar.

"Setelah rekayasa kasus KM.50, kasus barada J, muncul kasus Kanjuruhan, pelakunya kalau enggak orang mati ya benda mati," tulis warganet di kolom komentar.

Sebelumnya dalam konferensi pers, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa problem di tragedi Kanjuruhan adalah soal pintu yang terkunci dan tangga yang tajam.

Coretan di tembok Stadion Kanjuruhan (sumber: Instagram Jessica Washington @jeswashingtonnews)


"Tetapi sebagai gambaran tadi yang sata lihat problemnya ada di di pintu yang terkunci, dan juga tangga yang terlalu tajam," ujar Presiden Jokowi.


Lebuh lanjut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa perlunya ada standar yang ditetapkan pada stadion sepak bola.

"Itu saya hanya melihat lapangannya, tetapi itu akan disimpulkan tim gabungan pencari fakta," kata dia.

"Kalau kita lihat di GBK dengan penonton 80 ribu orang dibuka 15 menit keluar semua, saya rasa standar itu yang harus kita miliki."

Load More