SUARA SEMARANG - Nama Irjen Pol Nico Afinta dengan jabatan Kapolda Jawa Timur (Jatim) harus berakhir pada Senin (10/10/2022) malam.
Nico Afinta ditarik oleh Mabes Polri, dari jabatan sebelumnya Kapolda Jatim menjadi Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya atau Sahli Sosbud Kapolri.
Polri hanya memberikan keterangan jika Nico Afinta ditarik ke Mabes sebagai agenda mutasi penyegaran dalam kinerja organisasi.
Keputusan Polri menarik Nico Afinta rupanya bukan pada alasan sebab terjadinya tragedi Kanjuruhan Malang. Di mana waktu kejadian saling berbarengan, yakni 10 hari selang tragedi kelam kemanusiaan persepakbolaan itu.
Padahal, banyak pihak yang awalnya menebak dan meminta jika jajaran aparat kepolisian bertanggung jawab atas meninggalnya 131 nyawa di tragedi Kanjuruhan, dalam hal ini pencopotan Kapolda Jatim Nico Afinta.
Menarik waktu kebelakang beberapa bulan sebelumnya, nama Irjen Pol Nico Afinta juga sempat panas dibicarakan.
Terutama saat beredar viral sebuah skema bagan Kaisar Sambo dsm Konsorsium 303. Nama Nico Afinta disebutkan dalam skema bagan tersebut.
Informasi dari skema Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 merupakan bagan tentang setoran dana judi yang mengalir dan diatur oleh Ferdy Sambo.
Dalam bagan skema Kaisar Sambo, Nico Afinta disebutkan menjadi salah satu bagian yang turut menghilangkan barang bukti kasus perjudian selama Ferdy Sambo menjabat sebagai Kadiv Propam Polri dan Kasatgassus.
Kasus Ferdy Sambo
Di kasus Ferdy Sambo, nama Nico Afinta juga beredar ikut andil dalam memperkuat skenario awal Ferdy Sambo mengenai baku tembak Bharada E dan Brigadir J.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 ini disebut-sebut ikut terlibat setelah ada dugaan ikut dalam pertemuan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, dan Kapolda Sumatera Utara, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak.
Tiga nama Kapolda tersebut juga sempat didalami oleh Mabes Polri terkait keterlibatan dalam kasus Ferdy Sambo.
Diduga, para perwira tinggi itu berbagi tugas dengan cara menyebarkan informasi tembak-menembak, hingga pelecehan seksual di Duren Tiga.
Hingga akhirnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberkan keterangan dengan meluruskan tiga perwira polisi itu.
Tag
Berita Terkait
-
Tanggapi Surat FIFA Soal Rekomendasi Gelar Pertandingan Sore Hari, PSSI: Cuma yang High Risk
-
Jumat Pekan Ini, TGIPF Bakal Serahkan Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan ke Jokowi
-
Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah Jadi 132 Orang
-
Jokowi Tatap Muka dengan Presiden FIFA Gianni Infantino pada 18 Oktober
-
Heboh Kapolda Jatim Terbaru Punya Kekayaan Rp 29,9 M dengan 53 Bidang Tanah, Warganet: Sulit Postif Thinking
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Song Hye Kyo Resmi Akhiri Kontrak dengan UAA Setelah 14 Tahun Bersama
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 28 Juni 2026, Hoki Mengalir di Akhir Pekan
-
3 Rekomendasi Cushion di Indomaret untuk Hasil Makeup Glowing Natural
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
-
Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara
-
Semarak Perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta di Bundaran HI
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari