SUARA SEMARANG - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi melalui rilisnya angkat bicara soal isu Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.
Dalam pernyataanya, dia mengatakan bahwa PSIS Semarang menghormati seluruh voters.
Tidak ada penyataan sikap mendukung maupun menolak dari PSIS Semarang soal isu KLB PSSI yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
"Mengenai KLB, PSIS menghormati sikap kawan kawan klub lain karena itu hak sebagai anggota PSSI, namun harus dilaksanakan sesuai statuta yakni jika ada usulan dari 50 persen anggota PSSI atau 2/3 dari Delegasi yang mewakili Anggota PSSI," tutur Yoyok Sukawi, Rabu (25/10/2022).
Pernyataan tersebut mendapat komentar dari para pendukung PSIS Semarang di instagram resmi klub.
Beberapa komentar yang ada di atas menunjukkan ketidakpuasan karena pernyataan CEO PSIS Semarang yang dianggap abu-abu.
"Statement-e ambigu soal KLB,... Nak Iyo Iyo nak ora ora, klub gede haruse teges soal sikap...." tulis seorang netizen.
"Intine jaluk KLB po ora? nak iyo iyo nak ora ora (intinya minta ada KLB apa tidak? Kalau iya, iya. Kalau tidak, tidak," tulis netizen lainnya.
"kok nggantung ki sidone pe melu klb ora bos (kok menggantung gini, jadinya ikut KLB tidak bos?)" timpal netizen lainnya.
Baca Juga: Hasil Dortmund vs Man City: Mahrez Gagal Penalti, The Citizen Gigit Jari
Selain mengomentari tentang isu KLB, Yoyok Sukawi juga meminta kejelasan soal keberlangsungan kompetisi BRI Liga 1 yang saat ini terhenti.
PSIS Semarang mendorong PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga untuk segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa demi keberlangsungan kompetisi BRI Liga 1 2022/2023.
"Karena sebagai klub peserta, kelanjutan kompetisi adalah hal yang sangat penting. Namun kompetisi juga harus berjalan dengan penuh transformasi dan perbaikan-perbaikan seperti yang saat ini tengah disusun oleh tim Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia. Sepak bola Indonesia harus kembali berjalan jauh lebih baik dari sebelumnya," lanjutnya.
Pihaknya juga meminta mengusut tuntas tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur agar tidak terjadi lagi hal serupa di dunia sepakbola.
"Kami berharap pihak terkait untuk dapat menginvestigasi secara menyeluruh dan mengusut tuntas serta adil atas tragedi di Stadion Kanjuruhan," kata Yoyok Sukawi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa