-
Iran mewajibkan izin PGSA bagi semua kapal yang melintasi jalur strategis Selat Hormuz.
-
Militer Iran membantah telah melakukan serangan rudal atau drone ke wilayah Uni Emirat Arab.
-
Teheran mengancam akan membalas keras setiap tindakan provokasi yang berasal dari wilayah UEA.
Suara.com - Pemerintah Iran resmi memperketat kendali navigasi di Selat Hormuz dengan mewajibkan seluruh kapal internasional mengantongi izin otoritas setempat.
Kebijakan ini menjadi instrumen baru Teheran dalam mengawasi arus logistik global di jalur perairan paling strategis di dunia tersebut.
Dikutip dari Sputnik, Persian Gulf Strait Authority (PGSA) kini memegang kendali penuh atas verifikasi dokumen setiap armada yang hendak melintas.
Setiap nakhoda akan menerima instruksi transit melalui email resmi sebelum diizinkan melanjutkan pelayaran di wilayah tersebut.
Langkah ini mempertegas supremasi maritim Iran atas jalur perdagangan energi yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar dunia.
Seluruh kapal tanpa pengecualian wajib mendapatkan lampu hijau dari PGSA guna memastikan keamanan navigasi di Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menekankan bahwa kapal sipil maupun komersial tidak boleh keluar dari rute yang ditetapkan.
Koordinasi langsung dengan pemerintah pusat menjadi syarat mutlak bagi operasional pelayaran yang ingin menggunakan jalur tersebut.
Pengetatan ini dilakukan secara sistematis guna memastikan kepatuhan hukum laut versi pemerintah Iran di wilayah kedaulatannya.
Baca Juga: Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan
Eskalasi pengawasan ini muncul bersamaan dengan dinamika keamanan yang meningkat di kawasan Timur Tengah belakangan ini.
Di sisi lain Markas Pusat Khatam Al-Anbiya Iran dengan tegas menampik tuduhan keterlibatan militer mereka di wilayah UEA.
Juru bicara Ebrahim Zolfaghari memastikan tidak ada aktivitas peluncuran senjata jarak jauh dalam periode waktu terakhir ini.
"Angkatan bersenjata Iran tidak melakukan operasi rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir.," kata Zolfaghari.
Klarifikasi ini dikeluarkan untuk meredam spekulasi panas mengenai ancaman keamanan fisik di teritorial Uni Emirat Arab.
Pihak militer Iran mengklaim selalu transparan dalam setiap operasi pertahanan yang mereka lakukan secara resmi di lapangan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar