/
Senin, 14 November 2022 | 17:36 WIB
Kota Pekalongan diprediksi tenggelam pada 2035 (pekalongankota.go.id)

SUARA SEMARANG - Dalam sebuah seminar daring yang dilaksanakan pada awal November 2022 lalu, Kota Pekalongan diprediksi akan tenggelam pada 2035 mendatang.

Adapun penyebabnya adalah permukaan tanah Kota Pelakongan terus turun.

Bahkan, di salah satu titik di Kota Pekalongan, terjadi permukaan tanah turun hingga 11.9 cm dalam kurun dua tahun.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, Kota Pekalongan butuh penanganan secara komprehensif agar prediksi tersebut tidak terjadi.

Ganjar Pranowo mencontohkan Kota Semarang yang telah melakukan revitalisasi aliran sungai hingga memperbanyak polder.

Namun diakui Ganjar, bahwa penanganan tersebut tidak bisa instan. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk melakukan hal tersebut.

"Itu harus ada tindakan yang ekstra. Jadi tidak ada yang instan hari ini," kata Ganjar ditemui usai menghadiri dan membuka Rapat Kerja Wilayah II Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) di Quest Hotel, Senin (14/11/2022).

Ganjar Pranowo menambahkan, saat ini seluruh proyek penanggulangan banjir di Pekalongan terus berjalan. Pelaksananya juga dilakukan bersama-sama.

“(Penanganan) Jalan terus sekarang. Tanggulnya jalan, pekerjaan dari kota dan pemprov jalan, sekarang lagi on going,” ujarnya.

Baca Juga: KPK Sering Dapat Info Dugaan Korupsi di Perguruan Tinggi, Misalnya Saat Pemilihan Rektor

Kendala yang kini dihadapi adalah mulainya musim penghujan. Sehingga pekerjaan harus berkejaran dengan hujan yang turun dengan intensitas tinggi.

Selain melakukan pembangunan, tindakan pencegahan juga harus diutamakan.

Peringatan dini harus diterapkan, sehingga masyarakatnya bisa diselamatkan.

"Kalau hujannya begini terus banjir pasti akan terjadi. Maka early warningnya diberikan agar kita selamatkan manusianya dulu," tandas Ganjar Pranowo.

Load More