/
Selasa, 22 November 2022 | 07:31 WIB
Pelajar tendang nenek-nenek

SUARA SEMARANG - Gubernur Jawa Barat miris melihat berita dan media sosial yang memperlihatkan pelajar menendang nenek di pinggir jalan.

Ridwan Kamil bahkan mempertanyakan kepada netizen lewat twitternya apakah pelajar penendang nenek tersebut dipidana atau dibina.

Yang lebih membuat Ridwan Kamil prihatin adalah alasan pelajar tersebut menendang nenek, yaitu karena iseng.

Diketahui, para pelajar yang viral di media sosial tersebut sudah ditangkap.

"Pelajar penendang nenek-nenek sudah ditangkap. Alasannya katanya iseng. Alasan yang nihil nilai moral dan etika.
Perlu dipidana apa dibina saja?
Itulah yang menjadi keprihatinan kita bersama. Pintar saja tidak cukup jika tidak dibarengi akhlak atau pribadi berkarakter baik," tulis Ridwan Kamil dalam twitternya, Senin (21/11/2022).

Ridwan Kamil menambahkan bahwa karakter dan budi pekerti harus diutamakan.

"Knowledge is power, but character is more. Walaupun ilmu berguna, tapi budi luhur lebih utama," ungkapnya.

"Pemprov Jawa Barat sejak 2019 sudah mengantisipasi ini, dengan melahirkan secara sistematis kurikulum Pendidikan Karakter #JabarMasagi," imbuhnya.

Beragam komentar netizen menyarankan untuk memberikan hukuman pidana pada anak tersebut meskipun di bawah umur dengan tujuan memberikan efek jera.

Baca Juga: Prajurit TNI AD Dikerahkan Bantu Penanganan Gempa Cianjur

"jgn pake alesan "anak dibawah umur"
banyak dari mereka kelakuannya lebih kriminal dari yg dewasa, harus di pidana dan ada hukuman supaya berefek jera.
bisa dijadiin pembelajaran juga buat anak anak lainnya supaya berpikir sebelum bertindak," tulis seorang netizen.

"Saran, Pak. Coba beri hukuman sosial dengan jadi relawan di panti jompo barang sebulan dua bulan. Jadi, rasa sosial mereka ke nenek nenek bisa dibangkitkan," timpal netizen lainnya.

Load More