Sedangkan Brazil gagal sebagai eksekutor pinalti ada Marquinhos yang menjadi penendang keempat. Pemain lainnya Casemiro dan Pedro mampu menjalankan tugas dengan sempurna.
Skor berkahir adu pinalti 4-2 untuk Kroasia dan berhak menggenggam satu tiket ke semifinal piala dunia.
Kiranya apakah benar mitos buang kucing sembarangan menjadi penyebab kekalahan Brazil saat lawan Kroasia.
Meski tak dikaitkan, sebenarnya apes benar-benar menimpa Brazil. Terhitung dua kali Neymar dan kawan-kawan terkena apes saat lawan Kroasia di laga perempat final Piala Dunia Qatar.
Apes pertama adalah saat Marquinhos berusaha menghalau tendangan dari Petkovic, namun kakinya mengenai bola yang meluncur deras. Akibatnya bola justru liar tak mampu diantisipasi oleh Alisson dan terjadi gol penyama Kroasia.
Apes kedua, juga oleh pemain yang sama, saat Marquinhos menjadi eksekutor keempat Brazil saat adu pinalti.
Berharap mampu menghidupkan peluang saat menjadi penendang pinalti keempat, Marquinhos justru gagal. Bola bisa diantisipasi oleh kiper Kroasia.
Tag
Berita Terkait
-
Bagai Langit dan Bumi, Ini Rangking FIFA Kroasia dan Brazil Jumpa di Perempat Final Piala Dunia Malam ini
-
Mengenang Fenomenal Kroasia Juara 3 Piala Dunia 1998: Skuat Mengerikan Dihuni Zvonimir Boban, Mario Stanic, Davor Suker
-
Kroasia vs Brazil Prediksi Pertandingan, Head to Head, Susun Pemain, Perempat Final Piala Dunia
-
Ini Rangking FIFA Maroko Paska Singkirkan Spanyol, Daftar Peringkat FIFA 8 Negara Lolos Perempat Final Piala Dunia
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta