SUARA SEMARANG - Banjir di Kota Semarang juga merendam Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Poncol Semarang.
Saat ini kondisi dua stasuin kereta api yang ada di Kota Semarang tersebut sudah lebih baik dibanding kemarin saat banjir mengepung di berbagai wilayah.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memantau langsung kondisi banjir di dua stasiun tersebut dengan bersepeda.
Ganjar Pranowo berkeliling Kota Semarang, melewati Tugu Muda hingga Kota Lama Semarang dan kemudian mengayuh sepedanya ke Stasiun Semarang Tawang.
Usai memarkirkan sepedanya, Ganjar masuk ke peron stasiun.
Kondisi hari ini sedikit lebih baik dibanding kemarin, pada pagi ini banjir yang merendam jalur rel kereta api berangsur surut.
Hari ini, besi rel pun sudah mulai terlihat karena sudah mulai surut.
Namun di area ruang tunggu Stasiun Semarang Tawang, air masih menggenang.
Dari laporan pihak KAI Daop IV Semarang kepada Ganjar Pranowo, sudah dilakukan upaya penyedotan dengan pompa manual.
Baca Juga: 5 Rekan Cristiano Ronaldo di Al Nassr, Bukan Pesepak Bola Biasa
"Kalau kita lihat udah lumayan, kita cek surut ya. Hanya beberapa yang mesti dibereskan genangan yang di depan (stasiun)," kata Ganjar Pranowo, Minggu (1/1/2022).
Ganjar berharap hujan hari ini tidak seekstrem pada Sabtu (31/12/2022) kemarin.
Sehingga penyedotan air dari area stasiun bisa segera di lakukan dan aktivitas di stasiun yang ada sejak tahun 1914 itu bisa kembali normal.
"Traffic-nya relatif lebih baik, karena udah tidak terendam lagi. Hanya (masih) di beberapa titik, tapi surutnya juga sudah banyak jadi sistemnya masih langsir," kata Ganjar.
Jadwal keberangkatan yang masih terhambat, Ganjar meminta para penumpang bersabar. Jika cuaca hari ini baik, seluruh peralatan akan dikerahkan untuk mengeringkan area stasiun.
Ganjar Pranowo mengatakan penanganan banjir di Stasiun Tawang menjadi salah satu prioritasnya.
"Nanti saya mau cek lagi sudah banyak yang kering, ini menjadi prioritas kita yang di sekitar stasiun Tawang," pungkas Ganjar.
Berita Terkait
-
'Beda Level', Ganjar dan Anies Ternyata Sama-sama Pernah Pakai Dana Baznas Buat Bantu Warga
-
PSIS Semarang Ikat Fredyan Wahyu, Sang Kapten Dilepas
-
Ganjar Dinilai Sengaja Unggah Renov Rumah Kader Pakai Baznas, Pengamat: Lagi Sogok PDIP dan Megawati
-
Belasan Perjalanan Kereta Api Terganggu dan Dibatalkan Akibat Banjir di Semarang
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan