SUARA SEMARANG - Deden anugrah menjadi salah satu peserta anti mainstream yang mengaku ingin juara 2 di Indonesia Idol di hadapan juri Dikta Wicaksono dan Anang Hermansyah.
Rupanya ada alasan khusus mengapa Deden Anugrah tak menginginkan juara 1 Indonesian Idol, meski jawaban itu dinilai membingungkan oleh para juri.
Kali pertama masuk ruang penjurian Indonesian Idol, Deden Anugrah langsung ditanya oleh juri Armand Maulana. Mengapa ikut kontes dan jawabanya jangan mainstream.
Deden Anugrah dengan pasti menjawab ingin menjadi juara 2 Indonesian Idol. Jawaban itu membuat 5 juri yang ada di lokasi kebingungan.
Karena biasanya orang akan ingin menjadi juara satu dalam setiap kompetisi yang diikuti. Selanjutnya, peserta asal garut itu memberikan keterangan.
"Alasan ikut Indonesian Idol, ingin juara 2. Karena juara 2 selalu terikat dengan juara 1 dan 3," ujar Deden Anugrah.
Namun jawaban itu belum memberikan kepuasan pada Anang Hermansyah. Ia pun menyuruh Deden menjelaskannya lagi.
"Misalkan juara 1 kang Arman Maulana, pasti ditanya emang juara duanya siapa? Oh Deden Anugrah," jelasnya.
namun jawaban itu langsung dipatahkan oleh Dikta. menurutnya, tak semua orang yang sudah tahu siapa juara 1 langsung menanyakan siapa juara 2 dan 3.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Rabu, 4 Januari 2023
"Kamu juara 1? Oh selamat ya," kata Dikta.
Terlepas dari jawaban anti mainstream itu, ia kemudian menyanyikan dua lagu yang dinilai bagus oleh kebanyakan juri.
Yakni Cemburu Itu Indah dari Superkid dan Begin - The 4 Season feat. The Sound of Frankie Valli. Cemburu Itu Indah juga dinilai lagu anti mainstream bagi anak-anak muda sekarang.
Deden Anugrah memperoleh golden tiket usai menyanyikan dua lagu di hadapan para juri Indonesian Idol, dan lolos ke babak berikutnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar