SUARA SEMARANG - Kabar burung di media sosial tentang Indra Bekti yang meninggal dunia ramai diperbincangkan khalayak.
Pesohor tanah air Indra Bekti dikabarkan meninggal dunia usai dirawat di rumah sakit karena jatuh di kamar mandi rumahnya beberapa waktu lalu, padahal hoaks.
Bebapa konten di kanal YouTube menggunakan judul-judul yang menyatakan Indra Bekti meninggal dunia.
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menjelaskan bila kabar meninggal dunia artis Indra Bekti merupakan hoaks atau kebohongan.
Dengan kabar itu, Mafindo melalui kanal website menjelaskan agar masyarakat tak percaya kabar Indra Bekti meninggal dunia tersebut.
Mafindo juga menjelaskan salah satu kronologi yang menyebutkan Indra Bekti meninggal dunia.
Mafindo menjelaskan, Kanal YouTube bernama Dunia Artis mengunggah video dengan judul “Innalilahi Indra Bekti meninggal dunia, Istri dan anak Indra menangis pecah”.
Hal ini menjadi mula ada kabar Indra Bekti meninggal dunia.
Dijelaskan Mafindo, bila dalam thumnail video tersebut juga terdapat rangkaian foto Indra Bektu tengah berbaring di kasur rumah sakit.
Baca Juga: Fix PSIS Semarang Benarkan Buru Stefano Lilipaly, Ini Jawaban Presiden Borneo FC Nabil Husein
Selain itu ada pula gambar orang-orang yang tengah menggotong keranda jenazah.
Masih dijelaskan Mafindo, berdasarkan hasil penelusuran, konten video tersebut nyatanya adalah klik bait.
Tampak nyata, konten video tersebut dengan menggunakan judul yang tidak sesuai dengan isi dari video.
Menurut Mafindo, dalam video tersebut, narator justru membantah adanya isu bahwa Indra bekti meninggal dunia yang diunggah oleh kanal-kanal YouTube lainnya.
Lalu ada klarifikasi dari pihak keluarga Indra Bekti bila kabar dia meninggal dunia yakni fitnah.
Adik kandung Indra Bekti, Cipta membantah kabar yang beredar di media sosial bahwa kakaknya telah meninggal dunia. Diketahui saat ini Indra Bekti tengah
menjalani perawatan usai mengalami pendarahan otak di RS Abdi Waluyo, Jakarta. Bantahan tersebut diungkapkan Cipta, Senin (2/1/2023).
Berita Terkait
-
Almarhum, Cipta Beri Kesaksian Soal Indra Bekti Meninggal, Keluarga Kaget dan Ini Kenyataanya
-
Berita Terpopuler: Hoaks Gading Marten Nikahi Luna Maya, Kabar Indra Bekti hingga Bos PSIS Semarang Dekati Liverpool
-
Cek Fakta Indra Bekti Meninggal Dunia di Hari Jumat, Disebut Ambulan Sudah Tiba di Rumah
-
Video YouTube Innalillahi Indra Bekti Meninggal Dunia Adalah Click Bait, Simak Faktanya di Sini
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Waspada Godzilla El Nino! Ini Cara Tepat Pakai Sunscreen Agar Kulit Tidak Gosong
-
Fakta dan Korban Jembatan Putus di Sukabumi, Warga Hendak Ikut PAW Kades Jadi Korban
-
Buntut Kasus Dean James, Total 25 Pemain Asing di Belanda Ikut Terseret Skandal Paspor KNVB
-
Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar
-
Klarifikasi Anak Cherly Juno usai Ngomong Kasar di TV, Ngaku Tahu dari Spongebob
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Diperiksa 5 Jam, Dude Harlino dan Istri Pastikan Tak Terlibat Skema Penggelapan Dana Syariah
-
Sumatera hingga Papua Jadi Prioritas, BGN Perketat Data Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran
-
Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Bikin Kulit Glowing
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon