SUARA SEMARANG - Bek PSIS Semarang Wahyu Prast Prasetyo atau yang biasa dipanggil Hulk mendapatkan tawaran dari klub-klub di luar negeri.
Penawaran pada Wahyu Prasetyo diterima oleh CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi, bawah musim ini pemain muda klub laris manis.
Akan tetapi, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa Wahyu Prasetyo di PSIS Semarang yang saat kini memiliki banderol Rp 3,4 miliar akan menyusul Septian David Maulana dan Fredyan Wahyu Ucil.
Hal iu mengindikasikan bawah PSIS Semarang tak akan melepas Wahyu Prasetyo. Lnataran sebelumnya, Yoyok Sukawi juga menegaskan Septian David tak dijual.
Sementara Fredyan Wahyu yang sebelumnya juga diminati sesama klub dari Jawa, juga telah diperpanjang masa pengabdiannya di PSIS Semarang.
"Ada cukup banyak pemain PSIS Semarang yang diminati klub lain,. Bahkan luar negeri. Wahyu Prast. Kemarin Septian david kabarnya juga diminati, tapi kita tegaskan tak dijual," kata Yoyok Sukawi.
Saat ini fokus PSIS Semarang adalah memperkuat tim. Salah satunya dengan mengincar pemain-pemain muda yang potensial.
Dari 6 posisi yang akan diperkuat, tiga diantaranya sudah didapatkan. Enam posisi yakni kiper, stoper, bek kanan, bek kiri, pemain sayap dan gelandang.
Tiga posisi yang telah terisi pemain baru adalah kiper (Adi satryo), gelandang (Luthfi Kamal) dan bek Meru Kimura.
Baca Juga: Serangan Balik Norma Risma, Hotman Paris: Banyak Bukti, Tapi Harus Ada 2 Terlapor Bikin Galau
Datangnya Meru Kimura, bisa jadi akan menjadi tandem bagi Wahyu Prasetyo. Sama-sama memiliki tinggi badan 180 cm dan lebih keduanya akan menjadi tembok sempurna PSIS Semarang.
Meski, Meru Kimura masih harus banyak adaptasi dan mengambil pelajaran yang banyak dari para pemain senior. Posisi bek lain, PSIS Semarang masih memiliki Alie Sesay.
Hingga saat ini, Wahyu Prasetyo yang berusia 24 tahun telah memainkan 10 laga di PSIS Semarang musim ini.
Yoyok Sukawi mengatakan, pemain-pemain muda milik PSIS Semarang, termasuk Wahyu Prasetyo dipastikannya tak akan dijual.***
Berita Terkait
-
Menjamu Bhayangkara FC, PSIS Semarang Bakal Main Tanpa Pelatih, Kehadiran Suporter Jadi Penyemangat
-
PSIS VS Bhayangkara FC, Sosok Asing Inti Ini Hilang, Psy War Resal Octavian ke Klub Pak Pol: Belum Terbaik
-
Yoyok Sukawi Umumkan Sosok Pelatih Kepala PSIS Semarang, Latihan Masih Dipimpin Achmad Resal
-
Masih Tercecer di Papan Tengah, Posisi Ian Andrew Gillan Tetap Aman Bersama PSIS
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan