SUARA SEMARANG - Norma Risma disebut memiliki banyak bukti oleh pengacara Hotman Paris untuk melakukan serangan balik pada mantan suaminya di kepolisian.
Namun, Hotman Paris menyampaikan ada satu kegalauan yang dirasakan oleh Norma Risma karena nantinya akan ada 2 terlapor.
Hotman Paris menyampaikan jika Norma Risma masih pikir-pikir dan tidak ingin menjadikan ibunya sebagai terlapor di kepolisian.
Mendapatkan somasi dari mantan suaminya, Norma Risma melakukan konsultasi langkah hukum dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Bahkan Norma Risma sudah menyampaikan sejumlah barang bukti pada Hotman Paris sewaktu bertemu di Kopi Joni.
Salah satunya adalah surat pernyataan yang ditandatangani Kades, RT dan RW mengenai kejadian apa dan bagaimana berkaitan dengan mantan suaminya.
Saat itu, Hotman Paris menanyakan apakah Norma Rimas benar dilaporkan ke polisi atas berita-berita yang ada saat ini oleh mantan suaminya. Jika Norma Risma terus-terusan diserang, maka sebaiknya juga menyampaikan ke polisi.
"Kalau benar dilaporkan polisi oleh suami atas berita-berita tersebut, mendingan kau bilang ke polisi. ga enak diserang melulu. Dia masih mikir," ujar Hotman Paris sebagaimana video yang diunggah di youtube Was Was.
Mikirnya Norma Risma tersebut terkait penjelasan Hotman Paris, jika ia mau membuat laporan maka akan ada dua terlapor.
Baca Juga: Arti Kata Kiw Kiw Bahasa Gaul di TikTok dan Instagram
Yakni mantan suami dan satunya adalah ibunya. "Dia masih mikir, karena itu ibunya," kata Hotman Paris.
Namun, ia siap mendampingi Norma Risma dengan senang hati jika nantinya benar ada langkah hukum.
Terkait adanya laporan yang ditujukan pada Norma Risma, saat ini kondisinya justru lebih rileks. Tidak tertekan dan Hotman Paris mengatakan jika dirinya sudah bisa tertawa.
Justru, Hotman Paris mengungkapkan Norma Risma punya banyak bukti. Saat ditanya apa saja, ia enggan membuka. "Saya ga mau omong. Ini masih pagi-pagi soalnya," lanjut Hotman Paris.***
Berita Terkait
-
BKBHM FH Unissula Beri Pendampingan Hukum pada Pemerintah Desa Sengi Magelang, Buntut Gugatan Kadus Gowok Sabrang
-
Viral Mertua Selingkuh dengan Menantu, Buya Yahya Jelaskan Batasan Hubungan Antara Keduanya Dalam Sudut Pandang Islam
-
Hukum Zina Bagi Mertua dan Menantu, Dosanya Lebih Besar Bahkan Hingga Hukum Rajam
-
Hukum Muslim Ucapkan Selamat Natal Apakah Boleh, Ini Penjelasan Quraish Shihab dan Buya Arrazy Hasyim
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran