SUARA SEMARANG - Berikut alasan mengapa suporter PSIS Semarang tak diperbolehkan nonton laga Persik Kediri di Stadion Brawijaya.
Di saat animo suporter PSIS Semarang sednag tinggi, justru ada larangan menyaksikan langsung di stadion kala berhadapan dengan tuan rumah Persik Kediri.
Lantaran ada pelarangan suporter PSIS Semarang tersebut maka tak ada kuota tiket untuk Panser Biru, Snex atau aliansi suporter Laskar Mahesa Jenar lainnya.
Melalui sepucuk surat pemberitahuan, aliansi suporter Persik kediri memberikan penjelasan pada fans PSIS Semarang.
Dalam surat tertanggal 31 Januari tersebut berisikan pemberitahuan pada suporter PSIS Semarang.
Berkaitan dengan akan diselenggarakannya lanjutan pertandingan Liga 1 Persik Kediri vs PSIS Semarang pada Sabtu 4 Februari 2023 di Stadion Brawijaya maka mempertimbangkan rekomendasi dari kepolisian.
Dalam surat tersebut rekomendasi kepolisian disebutkan nomornya dan isinya adala himbauan terkait situasi keamanan dan ini jadi alasan pertama.
"Himbauan ini sesuai dengan perkembangan situasi keamanan di wilayah Jawa Timur Khususnya Kota Kediri untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan sesuai perintah dan instruksi dari pihak kepolisian dan juga demi kebaikan bersama," demikian bunyi surat rekomendasi tersebut.
Untuk itu, Aliansi suporter Perisk Kediri bersikap dengan berat hati memberitahukan pada suporter PSIS Semarang bahwa tidak adanya kuota tiket untuk tim tamu.
Alasan kedua, karena tak adanya rekomendasi maka tak ada kuota tiket untuk suporter PSIS Semarang.
Unggahan di akun facebook PSIS Semarang itu kemudian memperoleh banyak tanggapan.
"Suporter Semarang tidak boleh hadir, haruse supoter Persik juga dilarang hadir...itu baru adil jadi laga tanpa penonton...," tulis akun HerNest Juve.
"Setahu saya Kediri saat ini masih dalam keadaan darurat bentrok antar perguruan kemarin dan sampek saat ini masih hangat....mungkin pihak panpel n pihak keamanan polres kediri mengkhawatirkan," komen Phuthune Mbah Minten.
Meski tanpa penonton, suporter PSIS Semarang yakin mampu mendapatkan 3 poin di Stadion Brawijaya kandang Persik.***
Berita Terkait
-
Perburuan Pelatih PSIS Semarang, Selamat Datang Pelatih Fisik Alex Aldha Yudi yang Pernah Dampingi Shin Tae-yong
-
Jadi Wanita Pertama yang Menjabat Wali Kota Semarang, Ini Profil Hevearita Gunaryanti
-
Sugeng Rawuh Coach Alex, Fisik Taisei Marukawa di PSIS Semarang Digenjot Ala Pemain Timnas Shin Tae Yong
-
Sosok Pelatih Fisik PSIS Semarang, Eks Asisten Shin Tae-yong yang Bergelar Doktor
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA