SEMARANG - Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama tidak asal-asalan menaikkan biaya haji. Mentang-mentang haji adalah syariat, umat Islam ditarik dengan harga yang terlalu tinggi dan membiayai hal-hal atau kegiatan dengan tidak efisien.
Anggota Komisi E DPRD Jateng ini mengkorelasikan ibadah haji ini dengan kondisi pandemi Covid-19. Tak hanya itu, cukup banyak jamaah haji yang menyatakan diri siap berangkat namun dengan dana pas-pasan.
"Jangan lupa, masyarakat sedang berjuang usai pandemi. Angka kemiskinan Jateng juga masih tinggi. Ibadah haji itu harus didorong, namun jangan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeruk uang rakyat dengan hal-hal yang tidak perlu serta tak efisien," kata Yudi Indras Wiendarto, Senin 13 Februari 2023.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan Kemenag, disebutkan harga kasur tempat tidur jamaah haji naik 6 kali lipat pada tahun lalu, padahal dari segi kualitas tak beda jauh. Hanya beda ukuran. Kebijakan "bisnis" pemerintah Atab Saudi juga harus diantisipasi.
Terlebih lagi soal gelang haji yang harganya dinilai tak masuk akal kelipatanya jika dibandingkan harga asli. Sehingga vendor barang tersebut jadi sorotan.
Yudi mengatakan, Kemenag dan BPIH harus benar-benar efisien dalam pelaksanaan ibadah haji. Maka diketahui kegiatan yang wajib dan mana yang bukan.
Dengan dipilah-pilah maka, akan diketahui besaran anggaran yang wajib dikeluarkan jamaah haji dan dana yang sebenarnya tidak diperlukan untuk syarat wajib ibadah haji.
Yudi Indras mengingatkan jika saat ini jumlah penduduk miskin di Jateng masih cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk miskin Jateng per September 2022 mengalami kenaikan menjadi 3,86 juta jiwa. Mengalami kenaikan sebesar 26,79 ribu orang di banding Maret 2022.
Sebagai informasi, setelah terjadi pengurangan kuota jamaah haji saat pandemi, kuota jamaah Jawa Tengah pada 2023 kembali normal yaki berjumlah 29.008 orang.
Baca Juga: NU Mau Perbaiki Rumput Stadion Gelora Delta Sidoarjo? Ini Biaya Perawatan Per Bulan Pemkab
"Kemenag harus melihat kondisi masyarakat. Ibadah haji ini wajib, tapi jangan memanfaatkan momen ini untuk menarik biaya yang seharusnya tidak perlu," tandas Yudi Indras.
Berita Terkait
-
Heboh Dugaan Mark Up Gelang Haji, Apa Fungsinya Bagi Jemaah?
-
NU Mau Perbaiki Rumput Stadion Gelora Delta Sidoarjo? Ini Biaya Perawatan Per Bulan Pemkab
-
INFOGRAFIS: Petaka Dukung Anies, Anak Haji Lulung Menyerah di PPP, Pilih Nyebrang ke NasDem
-
Gerbong Haji Lulung Pendukung Anies Hengkang, PPP Terancam Gagal ke Senayan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Terjebak Siasat Licik Chat WhatsApp: Jerit Pilu Siswi Pesisir Barat di Balik Dinding Kos
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi