SUARA SEMARANG - PSIS Semarang dikabarkan telah menjalin kesepakatan dengan Mark Hartman.
Kedatangan Mark Hartman akan mengisi slot pemain asing untuk kuota Asia milik PSIS Semarang.
Dengan datangnya Mark Hartman bisa jadi PSIS Semarang telah mengendus jika regulasi PSSI soal pemain asing akan berubah di musim depan.
Nama Mark Hartman sejatinya tak begitu asing dengan publik sepakbola Indonesia, sebelum diincar PSIS Semarang ia telah lebih dahulu dilirik oleh Persib Bandung.
Berasal dari Filipina, Mark Hartman saat ini masih tercatat sebagai pemain klub Liga 2 Thailand Nakhonsi United.
Namun, PSIS Semarang sepertinya akan menunggu hingga masa kontraknya selesai pada 31 Mei 2023 mendatang.
Meski demikian, PSIS Semarang disebut telah deal secara lisan dengan Mark Hartman yang merupakan pemain kelahiran Inggris tersebut.
"PSIS Semarang dikabarkan telah menjalin kesepakatan lisan dengan pemain asal Philipina yakni Mark hartman musim depan," tulis akun @ligawakandaindonesia.
Di musim ini catatannya tak terlalu impresif, karena pemain berposisi sebagai gelandang serang striker dan gelandang tengah tersebut kini telah mencatat 4 penampilan saja
Baca Juga: Rombak Bek Bapuk, Bos PSIS Semarang Duetkan Hansamu Yama dan Kovacevic
Sebelumnya pemain kebangsaan Filipina ini pernah menjadi top skor bersama klub Global FC pada musim 2013-2014 dengan torehan 27 gol.
Dengan datangnya Mark Hartman maka PSIS Semarang akan memiliki 5 pemain asing.
Tiga diantaranya sudah deal perpanjangan kontrak, yakni Taisei Marukawa, Carlos Fortes dan Vitinho.
Sementara sebelumnya PSIS Semarang juga dikabarkan deal secara lisan dengan Nikola Kovacevic.
Jika benar 5 pemain bisa dimainkan sebuah klub dalam satu musim maka aturan PSSI akan berubah.
Rencana perubahan itu memang sudah menjadi wacana saat Erick Thohir kali pertama menjabat sebagai Ketua PSSI.
Di musim ini, batas maksimal pemain asing hanya 4, salah satunya adalah kuota Asia.
Kedatangan Mark Hartman besar kemungkinan akan menjadi tambahan amunisi bagi PSIS Semarang yang menargetkan juara di musim depan.***
Berita Terkait
-
Rombak Bek Bapuk, Bos PSIS Semarang Duetkan Hansamu Yama dan Kovacevic
-
Sugeng Rawuh Nikola Kovacevic, PSIS Semarang Otomatis Depak Ryo Fujii Slot Asing Full ?
-
Yoyok Sukawi Dapat 8 Tanda Tangan, PSIS Semarang Gaet 5 Pemain Ada Bek Jangkung Hingga Gelandang Kreatif?
-
Gantikan Pratama Arhan, LB Persib Bandung Susul Bayu Fiqri ke PSIS Semarang Musim Depan?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Lenovo Yoga Slim Ultra 7 FIFA World Cup 26 Edition:Laptop AI Premium dengan Aura Sang Juara
-
Bocor Rp15.000 Triliun: Angka Fantastis di Tengah Nestapa Gaji Guru Kita
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
Jejak Geng Kelelawar Ulu Belu: 30 Kali Bobol Toko Hingga Kotak Amal, 4 Tersangka Diringkus
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya