SUARA SEMARANG – Tiktokers Bima Yudho, pemilik akun pribadi @awbimaxreborn tengah viral setelah kontennya yang menjelaskan tentang alasan Provinsi Lampung tak maju-maju heboh di platform tersebut.
Imbasnya, konten yang membahas tentang kritikan Lampung tidak maju-maju tersebut kini dilaporkan ke Polisi.
Beberapa waktu lalu, konten Awbimax membuat konten presentasi tentang alasan kenapa Lampung tidak bisa maju.
Konten tersebut ia unggah di akun TikTok pribadinya @awbimaxreborn, dan hingga saat ini konten tersebut viral di TikTok dan disukai sebanyak 1,6 juta lebih, 29,5 ribu lebih komentar.
Dalam konten tersebut, ia menyebutkan beberapa alasan kenapa Lampung tidak bisa maju karena beberapa faktor.
Diantaranya adalah infrastruktur yang terbatas, Bima menjelaskan bahwa di Lampung banyak sekali proyek-proyek dari pemerintah yang mangkrak.
Dirinya pun mengambil contoh di salah satu daerah yang bernama Kota Baru, dari jaman Bima masih SD sampai sekarang dirinya mengambil studi di Australia, daerah tersebut banyak sekali proyek yang masih mangkrak.
Bima pun menyebut dirinya tidak tahu lagi, tempat tersebut mungkin sudah jadi tempat jin buang anak.
Selain itu jalan-jalan di Lampung yang merupakan infrastruktur umum untuk mobilisasi perekonomian pun kurang begitu diperhatikan.
Dia menggambarkan, jalan di Lampung itu satu kilometer bagus satu kilometer rusak dan hanya ditempel-tempel saja.
Faktor selanjutnya adalah sistem pendidikan yang lemah, Bima pun menyebut di Lampung banyak sekali orang pintar, hanya saja proses penyaringan peserta didik yang ada di Lampung itu sendiri banyak kecurangan.
Ia menegaskan bahwa kecurangan di sektor pendidikan tersebut seringkali dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di sektor pendidikan.
Faktor ketiga dari penjelasan Bima adalah tentang tata kelola yang lemah, seperti korupsi dimana-mana, birokrasi tidak efisien, hukumnya tidak ditegakkan dan hal tersebut sudah menjadi keseharian di Provinsi Lampung.
Dan faktor terakhir dari penjelasan Bima tentang alasan Lampung tidak maju-maju adalah karena ketergantungan pada sektor pertanian.
Bukan hal umum, Lampung dikenal sebagai penghasil sektor pertanian yang besar seperti jagung, beras ketan dan lain-lain bahkan mencapai 40% kontribusinya.
Dari penjelasan Bima tersebut, dirinya pun dilaporkan ke Polda Lampung pada tanggal 10 April 2023 oleh Ansori, SH. MH, Advokat dan Penasehat Hukum pada Kantor Hukum Gindha Ansori Wayka dengan dugaan menyesatkan dan merendahkan suku Lampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
1 Muharram dan 1 Suro Apakah Sama? Begini Asal-usul dan Perbedaannya
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Moisturizer Dipakai sebelum Cushion? Ini Trik agar Makeup Menempel Sempurna dan Tidak Patchy
-
Beda Fixing Spray dan Setting Spray: Serupa tapi Tak Sama, Kenali Fungsinya
-
Viral Rayap Besi Terciduk di Terowongan Pelita Batam, Hancurkan Penutup Parit
-
Honor X5c Plus Baru Masuk Indonesia, HP Rp2 Jutaan yang Siap Temani Aktivitas Tanpa Takut Lowbat
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Piala Paku Alam 2026 Bangkitkan Tradisi Pacuan Kuda dengan Balutan Karnaval dan Hiburan Keluarga
-
Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drakor Embassy for Foreign Monsters in Korea