- Kepala BGN Sudaryono menegur keras Korwil Kayong Utara Adi Afrianto karena tidak fokus saat pengarahan daring.
- Adi Afrianto dijatuhi sanksi mutasi kerja ke wilayah Papua akibat insiden ketidakdisiplinan tersebut.
- Aktivis kemanusiaan dan mahasiswa Papua menyayangkan kebijakan pejabat yang menjadikan Papua sebagai lokasi sanksi hukuman.
Suara.com - Sikap tidak fokus saat menghadiri pengarahan daring bersama jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) se-Indonesia berbuntut panjang bagi Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto. Ia mendapat teguran keras secara langsung dari Kepala BGN, Sudaryono.
Insiden tersebut menjadi perbincangan publik setelah potongan video rekaman pengarahan beredar luas. Dalam tayangan itu, Sudaryono menyentil tindakan Adi Afrianto yang diduga sibuk menggunakan telepon seluler di tengah berlangsungnya acara.
Seketika itu juga, Sudaryono menginstruksikan bagian Kepegawaian BGN untuk mencatat identitas yang bersangkutan dan memerintahkan tindakan tegas berupa pemindahtugasan ke wilayah timur Indonesia.
"Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto. Tolong dicatat Karo SDM. Saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua. Segera," tegas Sudaryono dalam video tersebut.
Selain masalah kedisiplinan, melansir media lokal, kinerja Adi Afrianto selama menjabat sebagai Korwil di Kayong Utara juga mendapat kritik dari kalangan jurnalis karena selalu terkendala saat hendak mengonfirmasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Adi Afrianto belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait teguran pimpinan serta rencana mutasi dirinya.
Sorotan Wacana Papua Sebagai 'Lokasi Buangan'
Di sisi lain, instruksi pemindahan pejabat bermasalah ke wilayah Papua kembali memantik respons kritis dari aktivis kemanusiaan dan elemen mahasiswa beberapa tahun lalu.
Aliansi PapuaItuKita bersama kelompok Mahasiswa Papua se-Indonesia Anti Rasisme menyayangkan sikap pejabat publik yang kerap menjadikan Tanah Papua sebagai lokasi penjatuhan sanksi atau "tempat pembuangan".
Baca Juga: Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG, Tapi Akar Masalahnya Belum Tersentuh
Koordinator Anti Rasisme, Michael Himan, sempat menegaskan bahwa stempel Papua sebagai lokasi hukuman sangat melukai dan merendahkan martabat masyarakat setempat.
Menurut Michael, tindakan atau narasi yang terindikasi rasisme tidak boleh ditoleransi, baik oleh pejabat negara maupun warga sipil. Ia mengingatkan bahwa masyarakat Papua sudah terlalu sering menjadi korban stigma dan perlakuan rasis di negeri sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung
-
8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi
-
Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus
-
Kepala BGN Jawab Kritik Dapur MBG vs Sekolah Rusak: Tak Adil Jika Dibandingkan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kronologi Korwil BGN Kayong Utara Viral Hingga Dimutasi ke Papua
-
Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI
-
Kabel Wesel Dipotong! Vandalisme di Stasiun Tanjung Priok Bikin KRL Terlambat
-
Daihatsu Boyong Mobil Konsep Masa Depan ke GIIAS 2026
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?
-
BRIvolution Reignite Perkuat Daya Saing BRI dan Ekonomi Kerakyatan
-
Lebih dari 200 Penari dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Tari Kreasi 2026 di Saloka Theme Park
-
Remehkan Timnas Indonesia, Pemain Thailand: Kami Paling Layak Juara Piala AFF 2026!
-
GoTo Cetak Laba Beruntun Q2-2026, Fintech Resmi Jadi Mesin Uang Baru
-
KPK Sita Mobil Pajero Sport yang Dipakai Istri Kedua Suhardiman Amby