SUARA SEMARANG - Pemilihan atau Grand Final Denok Kenang Kota Semarang 2023 akan digelar di Taman Indonesia Kaya pada Senin 15 Mei 2023.
Grand Final Pemilihan Denok Kenang ini menjadi yang pertama digelar secara outdoor dengan mengambil lokasi salah satu lanskap taman kota.
Sebanyak 30 nama finalis akan beradu kecerdasan (brain),tingkah laku (behaviour) dan keberanian (brave), yang didukung dengan kecaantikan dan ketampanan yang dibawakan masing-masing Denok Kenang.
Pemilihan Denok Kenang 2023 kali ini mengambil tema Melalui Generasi Muda, Pariwisata Semakin Tangguh.
Diharapkan melalui keberadaan Denok Kenang yang notabene merupakan generasi muda, akan mampu membangkitkan kembali sektor pariwisata di Kota Semarang pasca pandemi Covid-19.
Sebelumnya telah dibuka pendaftaran Denok Kenang 2023 mulai 25 Januari – 4 Mei 2023.
Dari ratusan peserta yang mendaftar, terpilih 30 finalis yang terdiri dari 15 finalis denok dan 15 finalis kenang.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang pun mendorong keberadaan komunitas wisata di Semarang melalui pemilihan putra-putri pariwisata Denok Kenang Semarang 2023.
Denok Kenang sendiri merupakan gelar untuk pasangan yang menjadi duta wisata Kota Semarang. Denok merupakan panggilan untuk anak perempuan dalam bahasa Jawa Semarangan. Sedangkan kenang merupakan sebutan untuk anak laki-laki.
Baca Juga: Jalan Pemuda Semarang Ramai Mall, 3 Mall Baru Dibangun di 2023
Pentingnya media sosial untuk ajang promosi, menjadikan pemilihan Denok Kenang tahun 2023 akan mengutamakan para anak muda yang aktif berjejaring di media sosial untuk menjadi Duta Wisata yang melek digital.
Hal tersebut diungkapan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R Wing Wiyarso Poespojoedho, Senin (8/5).
“Di era digital, ajang tahunan pemilihan Denok - Kenang selalu mengikuti perkembangan zaman. Kita berharap peserta 30 besar dan pemenangnya melek digital. Artinya, melalui media sosial, program promosi bisa dijalankan secara optimal,” ujar Wing Wiyarso.
Duta Wisata yang melek digital dinilai penting sebagai salah satu cara promosi kebudayaan maupun pariwisata yang cukup efektif. Oleh sebab itu, peserta yang aktif berjejaring di media sosial, tentunya akan memiliki nilai tambah dari pada peserta yang lain.
“Selain syarat yang sudah ditetapkan, memiliki jejaring di media sosial juga menjadi salah satu kriteria yang dipertimbangkan,” tuturnya.
Wing pun menjelaskan jika pemilihan Taman Indonesia Kaya sebagai venue penyelenggaraan grand final pemilihan Denok Kenang 2023 merupakan upaya Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan hiburan dan event pariwisata yang terbuka untuk masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Perangi Narkoba di Penjara, Sejumlah Lapas di Berbagai Daerah di Razia
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Prabowo Bertemu Marcos Jr di KTT ASEAN, Stabilitas Asia Tenggara Jadi Prioritas
-
Jadi Dokter Bedah Plastik, Intip Karakter Lee Jae Wook di Doctor on the Edge
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi