SUARA SEMARANG - Penghobi koi, Yoyok Sukawi menyebut saat ini peternak ikan koi yang ada di Kota Semarang tidak kalah dari negara asalnya, yakni Jepang.
Menurutnya, peternak koi di Kota Semarang saat ini sudah bisa menetaskan telur sendiri dan semakin baik dari waktu ke waktu.
"Peternak lokal sekarang sudah tidak kalah. Sudah bisa menetaskan sendiri. Bahkan ikannya yang berukuran kecil pun sudah kelihatan jadi. Kalau impor harus menunggu dewasa dulu baru kelihatan," ungkapnya dalam acara 2nd Semarang Youngkoi Show 2023 di Hotel UTC Semarang, Minggu (28/5/2023).
Yoyok Sukawi yang juga dipercaya sebagai pembina penghobi koi di Kota Semarang merasa perlu membuat wadah yang mengakomodir para pecinta koi.
Sebab itu, dia mendukung acara 2nd Semarang Youngkoi Show 2023 yang mempertemukan para penghobi koi dari seluruh Indonesia.
2nd Semarang Youngkoi Show 2023 merupakan gelaran yang kedua event penghobi koi ini karena kesuksesan acara yang pertama.
"Dulunya digerakkan oleh Pak Hendi yang saat itu menjadi Walikota Semarang. Kami punya kesamaan, yaitu sama-sama suka ikan koi," katanya.
Di tahun lalu, peserta lomba ikan koi mencapai 3.900 peserta sementara tahun ini hanya 1.400 peserta.
Hal ini dimaklumi oleh Yoyok Sukawi karena melihat beberapa faktor, terutama kondisi ekonomi yang saat ini baru akan berkembang lagi.
"Meskipun demikian, harus diakui bahwa gelaran saat ini lebih tertata rapi dan kami sepakat tiap tahun akan ada event seperti ini," tuturnya.
Sementara itu, ketua panitia 2nd Semarang Youngkoi Show 2023, Bayu Aji Prasetya mengatakan bahwa event yang mengumpulkan penghobi koi akan berimbas pada hal lain, seperti pariwisata dan UMKM.
Selain sebagai wadah para pecinta koi untuk berlomba, event kali ini juga dimeriahkan dengan lelang koi.
"Kemarin ada lelang sebanyak 23 ikan koi. Ada yang dihargai 1,8 juta satu ekor. Tapi kalau melihat ikan koi yang ada di sini, sebenarnya ada yang harganya hingga ratusan juga seperti mobil," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB
-
Gagal Angkat Trofi Piala Liga Inggris, Mimpi Arsenal Juara Premier League Juga Terancam Hancur
-
Kepa Arrizabalaga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Manchester City
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
-
Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang