Suara.com - Dalam momen Hari Kebangkitan Nasional, Relawan UMKM Sahabat Sandi menggelar pelatihan kewirausahaan bagi gen z yang fokus pada pendidikan karakter. Program tersebut digelar untuk mengembangkan soft skills dan keterampilan kewirausahaan siswa agar mampu menjadi generasi pencipta lapangan kerja yang berkualitas.
Ketua umum UMKM Sahabat Sandi yang juga Ketua Umum Gemawira, Diantri Lapian mengatakan, Indonesia di tahun 2045 mendatang akan mengalami bonus demografi yaitu sebesar 70 persen jumlah penduduk Indonesia dalam usia produktif, sehingga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Gen Z sangat diperlukan.
"Jadi dengan persiapan dari sekarang, kami sangat menginginkan dapat membentuk SDM yang unggul, kompetitif, tangguh dan bisa membawa ekonomi Indonesia nanti maju.Soalnya di tahun 2045 nanti ada bonus demografi dimana Gen Z saat ini akan menjadi tulang punggung bagi kemajuan ekonomi Indonesia," kata Diantri saat ditemui di lokasi,SMKN 46 Jakarta Timur, ditulis Minggu (28/5/2023).
"Program ini sebenernya sudah berjalan 3 tahun sebelumnya oleh Pak Sandiaga Uno untuk mempersiapkan Gen Z menghadapi bonus demografi. Hal ini baik pelatihan soft skill yang diberikan seperti karakter wirausaha, personal branding, leadership, sehingga nanti membimbing mereka menjadi pengusaha baru nantinya," sambungnya.
Dalam pelaksanaannya, dia mengungkapkan siswa sangat antusias dan bersemangat mengikuti program pelatihan. Menurutnya, hal ini karena siswa sebelumnya tidak mendapatkan pelatihan tersebut baik di rumah maupun di sekolahnya.
"Mereka sangat antusias karena mungkin dengan diberikan pelatihan dan bimbingan di sekolah ini fight nya sangat tepat ya, mungkin di rumah mereka kurang banyak waktunya untuk belajar. Jadi ini sangat tepat kami sampaikan di sekolah agar mereka mengerti dan memahami,"terangnya.
Maka demikian, Diantri optimistis program yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno ini mempunyai efek yang besar bagi masyarakat, beberapa diantaranya dapat menciptakan entrepreneur baru sekaligus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di masyarakat.
"Selain itu, Kami juga memberikan bimbingan dan pelatihan untuk wirausaha, karena dalam menghadapi indonesia emas ini diperlukan tambahan 4 juta wirausaha baru untuk memperkuat fondasi ekonomi indonesia," imbuhhnya.
Di lokasi yang sama, salah satu peserta, Syifa Nazila menambahkan, pembelajaran yang diambil setelah mengikuti program pelatihan tersebut yaitu prinsip 4AS. Sebab, prinsip 4AS sendiri mempunyai peran penting dalam menumbuhkan soft skil kewirausahaan bagi dirinya.
Baca Juga: Demi Tujuan Mulia, Juru Parkir Ini Maju Jadi Caleg
"Menurut aku pelatihan tersebut merupakan prinsip yang amat sangat harus diterapkan di kehidupan aku mulai dari sekarang sampai nanti, karena 4AS itu sendiri terdiri dari Kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja keras dan kerja tuntas,"jelasnya.
"Kita diajarkan tentang kewirausahaan tentang soft skill juga, kalau kita mulai dari sekarang harus mulai mengukur dan membangun soft skill kita, sehingga nanti kita sudah siap menghadapi depan" tambahnya.
Dia berharap, adanya program tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan memacu Generasi Z untuk menciptakan kesuksesan di bidang ekonomi pada masa mendatang.
"Harapan saya, generasi Z dapat semakin terbuka pikirannya untuk menatap masa depan dan mulai menata apa yang harus kita lakukan, sehingga kita bisa mencapai kesuksesan di masa yang akan datang," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul
-
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025