SUARA SEMARANG - Shin Tae Yong mendapatkan kabar buruk jelang laga melawan Palestina dan Argentina pekan depan.
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong ditinggal tiga pemain pilar yang digadang menjadi kunci perlawanan pada Argentina dan Palestina.
Tiga pemain andalan Shin Tae Yong tersebut dibekap cidera dalam latihan maupun laga terakhir di klub, sehingga kondisi diragukan bisa pulih di pekan depan.
Dengan absennya tiga pilar Indonesia tersebut Shin Tae Yong harus memutar otak untuk memainkan pemain-pemain pelapis ketiganya.
Pemain andalan Shin Tae Yong yang cidera pertama adalah bek Jordi Amat, padahal ia menjadi pengatur pertahanan Timnas Indonesia.
Selain sebagai tembok kokoh pertahanan Timnas Garuda, Shin Tae Yong juga mempercayai Jordi Amat karena umpan-umpan terukurnya ke barisan para striker.
Jordi Amat mendapatkan cedera saat Johor Darul Ta'zim, klub yang dibelanya, melawan Penang. Jordi Amat hanya bermain 45 menit dan terpaksa digantikan di babak kedua.
Pemain andalan Shin Tae Yong kedua yang cidera adalah Sandy Walsh. Sangat disayangkan karena mendapatkan cidera saat berlatih bersama Timnas Indonesia.
Bahkan, Sandy harus berjalan tertatih saat keluar lapangan dan terlihat kakinya sampai diperban oleh Tim Medis Timnas Indonesia.
Baca Juga: Pro Kontra Timnas Konvoi, Cek Profil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi : Partai dan Karir Singkat
Kabar buruk berikutnya menimpa Shayne Pattynama, yang juga menjadi tumpuan strategi dari pelatih Shin Tae Yong.
Shayne Pattynama mendapatkan cidera saat memperkuat klubnya Viking FK yang sedang berlaga di Piala FA Norwegia pada Rabu malam.
Salah satu pemain kesayangan Shin Tae Yong tersebut mendapatkan cidera usai berbenturan dengan pemain lawan.
Hingga saat ini belum diketahui bagaimana kondisi terakhir cidera dari tiga pemain inti Timnas Indonesia yang dilatih Shin Tae Yong tersebut.
Namun jika melihat proses terjadinya cidera dan penanganan awal, maka Shin Tae Yong sepertinya wajib mempersiapkan pemain pengganti.
Dengan cideranya pemain inti, bisa jadi Shin Tae Yong juga akan memainkan strategi yang berbeda saat melawan Palestina dan Argentina nanti.***
Berita Terkait
-
Pro Kontra Timnas Konvoi, Cek Profil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi : Partai dan Karir Singkat
-
Duet Amunisi Anyar Shin Tae Yong, PSSI Amini Eks Persib Bandung dan Program Baretti
-
Israel Iri Lihat FMD Indonesia vs Palestina? 10 Persen Tiket Menuju Rakyat Palestina
-
JDT Diminta Gabung Liga Indonesia, Persija Pernah Bantai Klub Jordi Amat Johor Darul Tazim
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
Terkini
-
Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!
-
Dari Doa Ibu ke Tendangan Kungfu: Perjuangan Fadly Alberto ke Timnas yang Kini di Ujung Tanduk
-
Dari Rumah hingga Rumah Sakit, Badai Mikroplastik Makin Intai Hidup Sehari-hari
-
BRI Bagikan Promo Spesial di Momen Clash of Legends Jakarta
-
5 Sabun Mandi yang Tahan Lama Wanginya, Bonus Kulit Cerah dan Lembap Seharian
-
Cegah Aset Sitaan Menyusut, DPR Usul Badan Khusus Biar Aset Koruptor Tak Menguap
-
Cari Mobil Keluarga Murah? Ini 4 Mobil Bekas yang Masih Worth It
-
Volkswagen Golf GTI Rayakan Perjalanan 50 Tahun Sang Legenda Hot Hatch Dunia
-
5 Fitur Baru pada Android 17: Ada Peningkatan Widget dan Mode ala iOS
-
Orang Dekat Donald Trump Pastikan Selat Hormuz Tidak Bakal Dibuka Sampai Ini Terjadi